Siap-Siap, Akhir Pekan Ini Ada Penyekatan di Beberapa Titik Jalan di Jogja

Petugas memeriksa kendaraan bernopol Jakarta dalam operasi penyekatan larangan mudik di Pos Wirobrajan, Kota Jogja, Minggu (9/5/2021). - Harian Jogja/Yosef Leon
11 September 2021 05:57 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Menjelang akhir pekan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berencana menggelar penyegatan di beberapa titik. Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, penyegatan ini untuk memeriksa kelengkapan surat vaksin serta hasil swab negatif bagi pendatang.

Selain itu, akan adapula pemeriksaan secara acak di sejumlah tempat publik seperti tempat parkir dan Malioboro. Posko di tingkat Rukun Tetangga juga akan memonitor tamu dari luar kota yang masuk ke wilayahnya. Bagi warga luar kota yang hendak mengunjungi teman atau keluarga juga perlu membawa surat vaksin dan hasil swab negatif.

“Hal itu untuk memastikan semua menjalankan aturan perjalanan luar kota di masa pandemi dan PPKM ini,” kata Heroe di Kompleks Balai Kota Jogja, Jumat (10/9/2021).

Baca juga: 10 Desa di Sleman Masih Masuk Zona Merah Corona

Menurut Kasubag Humas Polresta Jogja, AKP Timbul Sasana Raharja, pada akhir pekan esok akan ada penyekatan untuk bus luar kota yang masuk ke Jogja. “[Titik penyekatan] ada di Wirobrajan, Pingit, Sentul, Jembatan Janti, dan Serangan,” katanya.

Pemkot Jogja Imbau Semua Masyarakat Unduh Aplikasi Peduli Lindungi

Pemkot Jogja mengimbau masyarakat untuk mengunduh aplikasi Peduli Lindungi, terutama yang hendak melakukan perjalanan luar daerah. Baik wisatawan atau warga yang melakukan perjalanan antar kota, wajib membawa atau menunjukan bukti vaksin dan negative Covid-19.

“Persyaratan itu diatur oleh Satgas Nasional, yang berlaku secara nasional. Semua perjalanan harus berbekal kartu vaksin dan swab negatif. Begitu juga untuk masuk dalam area publik tertentu, baik area umum dan ekonomi seperti mall, resto, cafe dan lainnya harus scan QR Code Peduli Lindungi,” kata Heroe. “Jadi sebelum berangkat siapkan hal-hal tersebut, agar memperlancar proses perjalannya.”

Baca juga: Ini Sejarah BLBI: Skenario Penyelamatan yang Rugikan Negara Ratusan Triliun

Lantaran semua tempat di Jogja, terutama wisata belum semua buka, maka masyarakat luar Jogja perlu tahu informasi terkait. Jangan sampai salah informasi atau sejenisnya. Segala upaya ini agar kasus di Jogja tidak lagi tinggi. Perlu saling melindungi baik pendatang maupun warga lokal.

“Vaksinasi sudah dilakukan secara serentak dimana-mana dan vaksin tersedia sangat mencukupi, sehingga harus menjadi kewajiban kita untuk membekali perjalanan masa pandemi dan PPKM dengan membawa kelengkapannya,” kata Heroe.

Heroe mengajak semua masyarakat untuk taat peraturan demi kebaikan bersama. Agar kasus tidak meningkat dan ekonomi bisa kembali bangkit. Apabila banyak yang abai, maka mobilitas bisa dibatasi lagi dan ekonomi tidak berkembang. “Ayo bersama-sama lakukan dengan prokes menuju pemulihan ekonomi.”