Kabar Baik! Positivity Rate Covid-19 di DIY Terus Menurun

Ilustrasi. - Freepik
06 Oktober 2021 18:07 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Positivity rate kasus Covid-19 di DIY terus menurun menyusul penambahan kasus sembuh yang lebih banyak dari jumlah penambahan kasus baru. Positivity rate per 6 Oktober ini berada di posisi 0,59%. Sehari sebelumnya positivit rate berada di angka 0,64%.

Total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 155.142 kasus, “Positivity rate harian per 6 Oktober 2021 sebesar 0,59 %,” kata Kepala Bagian Humas, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Protokol (UHP) Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji, Rabu (6/10/2021).

Ditya mengatakan tambahan kasus baru per 6 Oktober ini sebanyak 45 kasus. Penambahan kasus tersebut berdasarkan pemeriksaan sampel harian sebanyak 7.612 sampel. Tambahan kasus baru terbanyak disumbang dari Sleman 13 kasus, kemudian Bantul 12 kasus, Gunungkidul sembilan kasus, Jogja enam kasus, dan Kulonprogo lima kasus.

Tambahan kasus baru tersebut terbanyak berdasarkan hasil tracing kontak kasus positif sebanyak 34 kasus, kemudian berdasarkan periksa mandiri sebanyak sembilan kasus, dan belum ada info atau belum diketahui riwayatnya sebanyak dua kasus.

Ditya juga menyampaikan terjadi penambahan kasus sembuh sebanyak 108 kasus, sehingga total sembuh menjadi 148.816 kasus. Kasus sembuh terbanyak disumbang dari Sleman 43 kasus, kemudian Bantul 28 kasus, Jogja 18 kasus, Kulonprogo 10 kasus, dan Gunungkidul sembilan kasus.

BACA JUGA: Kabar Bagus! Tak Ada Zona Merah Covid-19 di Gunungkidul

“Persentase kesembuhan DIY atau case recovery rate tercatat 95,92%,” kata Ditya. Lebh lanjut Ditya mencatat terjadi penambahan kasus meninggal dunia sebanyak empat kasus. Keempat tambahan meninggal dunai tersebut dua di antaranya dari Kulonprogo, Jogja dan Gunungkidul masing-masing satu kasus. Sementara Bantul dan Sleman nihil kasus meninggal dunia.

Secara komulatif kematian di DIY selama pandemi sebanyak 5.211 kasus. Persentase kematian atau case fatality rate sebesar 3,36%.

Terkait keterisian tempat tidur atau bed khusus Covid-19 di 27 rumah sakit rujukan juga mengalami penurunan. Untuk bed kritikal terpakai 49, dari yang tersedia 184 bed atau 26,92%. Adapun bed non kritikal atau bed isolasi terisi 216 dari yang tersedia 1.562 sehingga Bed Occupansi Rate (BOR) isolasi dalam posisi 13,81%.