Jelang Musim Penghujan, BPBD Jogja Imbau Warga Waspada

Ilustrasi pemangkasan pohon perindang. - Harian Jogja
13 Oktober 2021 13:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Menjelang musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja menyiapkan langkah-langkah antisipasi.

Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Jogja, Bayu Wijayanto, langkah-langkah ini berupa mengirim surat himbauan peringatan kepada masyarakat, meng-update perkembangan cuaca, menyiapkan pasukan dan peralatan apabila terjadi kebencanaan, serta menguji coba sistem peringatan dini.

“Dalam poin memberi imbauan pada masyarakat, kami mengingatkan masyarakat agar waspada bencana yang ditimbulkan saat musim pancaroba dan musim hujan, seperti memangkas pohon, membersihkan saluran air, dan sebagainya,” kata Bayu, Selasa (12/10/2021).

Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, musim penghujan akan berlangsung pada akhir Oktober mendatang. “Semua pinggiran sungai kami anggap rawan,” kata Bayu saat ditanya daerah rawan bencana air di Kota Jogja.

Selain BPBD Kota Jogja, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja juga mengintensifkan pemangkasan pohon-pohon perindang yang rimbun. Pemangkasan terbatas dengan mengurangi dahan dan daun menjelang musim penghujan ini. Selain untuk faktor keindahan, pemangkasan ini untuk mengantisipasi potensi pohon tumbang saat hujan deras.

Baca juga: Situs Informasi Covid-19 Bantul Diretas, Sudah 3 Pekan Tak Dapat Diakses

Menurut Kepala DLH Kota Jogja, Sugeng Darmanto, pemangkasan seperti ini rutin dilakukan. Pengurangan tingkat kerimbunan pohon-pohon terutama pada pohon perindang di jalan-jalan protokol Kota Jogja. Beberapa di antaranya berada di kawasan Kotabaru, Jalan Kusbini, dan Jalan Kolonel Sugiono.

“Teman-teman di lapangan sudah mencermati karena pengawasan ini pekerjaan rutin. Kami tiap hari keliling pemantauan. Kalau ada yang kira-kira rawan langsung dieksekusi. Jika ada yang kira- kira mengganggu, misal dahannya menutup lampu lalu lintas kami kurangi,” kata Sugeng.

Rata-rata dalam sehari, Seksi Perindang DLH Kota Jogja menerjunkan dua unit alat pemangkas pohon. Apabila pohon berukuran besar, truk crane juga akan diterjunkan. Selain itu, DLH Kota Jogja mengontrak pihak ketiga untuk melakukan pemangkasan pohon perindang untuk mengurangi kerimbunan, termasuk pohon-pohon perindang yang mendekati kabel-kabel listrik.

“Kami tidak bisa menduga kadang pohon besar akar kuat tapi begitu ada turbulensi angin bisa tumbang. Tapi yang penting kami coba melakukan pencermatan dan pengawasan setiap hari,” kata Sugeng.