Kamu Lulusan SMA/SMK dan Ingin Kerja di Dunia Penerbangan? Ada Info Menarik nih!
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk pedagang Pasar Tempel, Selasa (29/6/2021)./Ist-dok
Harianjogja.com, SLEMAN-Sejumlah kabupaten/kota di Indonesia mengalami penuruan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) seiring dengan penurunan kasus Covid-19, salah satunya Sleman. Meski demikian, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meminta masyarakat untuk tidak larut dalam euforia penurunan level tersebut.
"Meskipun level turun, jangan bangga dan euforia. Ingat kita masih dalam pelaksanaan PPKM. Artinya masih terdapat pembatasan kerumunan dan kegiatan," ungkap Kustini, Kamis (21/10/2021).
Masyarakat perlu membentengi diri dengan protokol kesehatan yang ketat. Jangan lupa memakai masker tiga lapis, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, dan tetap jaga jarak di manapun berada.
Menurut Kustini, jika masyarakat abai terhadap protokol kesehatan karena merasa kasus Covid-19 sudah turun, bisa jadi level PPKM di Sleman kembali naik.
"Justru saat ini yang harus kita kuatkan adalah sikap disiplin kita. Jika sesuai dengan track yang sudah kita lalui saat ini, bisa sangat mungkin, bulan depan level kita turun ke 1," kata Kustini.
Baca juga: Jangan Sampai Ada Klaster Wisata di Bantul, Komisi B: Jaga Prokes!
Pada Instruksi Bupati No.33/2021 tentang pelaksanaan PPKM level 2 di Kabupaten Sleman, terdapat sejumlah pelonggaran aturan. Pelonggaran aturan berlaku untuk sejumlah sektor mulai dari pendidikan, pariwisata, perekonomian hingga kegiatan masyarakat,
"Yang tadinya hanya 25 persen kita tambah menjadi 50 persen misalnya. Tetapi tetap prokes dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi jika mengunjungi tempat perbelanjaan atau pusat keramaian tetap wajib dilakukan," terang Kustini.
Tidak hanya tertib prokes, Pemda Sleman juga mengimbanginya dengan kegiatan vaksinasi. Istri dan mantan Bupati Sleman Sri Purnomo ini menjadikan vaksinasi sebagai langkah pioritas untuk menekan angka penyebaran covid-19 di Bumi Sembada.
Sejauh ini, capaian vaksinasi di Sleman untuk dosis pertama sudah mencapai angka 83,9 persen. Untuk vaksin kedua sudah tercapai 60 persen. Sedangkan untuk vaksin ketiga yang diperuntukkan nakes sudah lebih dari 100 persen.
"Vaksinasi tetep [pioritas]. Bahkan kita akan lakukan jemput bola untuk vaksin. Jadi mencari masyarakat yang belum divaksin agar segera mendapatkan vaksin," pungkas Kustini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina