Bandara YIA Kulonprogo Mulai Padat Penumpang

Suasana bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada Sabtu (1/5/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
25 Oktober 2021 22:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Penurunan level PPKM berjenjang di wilayah DIY berdampak kepada jumlah penumpang di bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Kenaikan penumpang di bandara YIA dilaporkan sebanyak 21,43 persen.

PTS General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Agus Pandu Purnama, mengatakan kenaikan penumpang di bandara YIA terjadi pada Minggu (24/10/2021). Berdasarkan catatan dari PT Angkasa Pura I (Persero), pergerakan penumpang pada Sabtu (23/10/2021) dari keberangkatan sebanyak 2.609 pax.

Sedangkan, pada Minggu (24/10/2021) pergerakan penumpang sebanyak 5.168 pax dengan rincian keberangkatan sebanyak 3.168 pax dan kedatangan sebanyak 2.573 pax. Jika dibandingkan dari kedua hari tersebut, terjadi kenaikan penumpang di bandara YIA.

"Kenaikan keberangkatan penumpang jika dibandingkan dua hari tersebut yakni Minggu (24/10/2021) dan Sabtu (23/10/2021) sebesar 559 pax atau setara dengan 21,43 persen. Kami berharap agar kondisi ini tetap berjalan sehingga berdampak positif terhadap bandara YIA," kata Agus Pandu pada Senin (25/10/2021).

BACA JUGA: ARDY Tunggu Gubernur DIY Cabut Pergub Larangan Demo di Malioboro Maksimal 20 November

Dikatakan Agus Pandu, persyaratan untuk penerbangan sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 88 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Covid-19 juga berdampak kepada angka refund di sejumlah maskapai.

Dalam SE terbaru Kemenhub ini, penumpang pesawat dari dan ke wilayah pulau Jawa-Bali wajib menunjukkan kartu vaksin dengan minimal dosis pertama beserta hasil tes negatif Covid-19 dengan metode PCR yang sampelnya diambil 2x34 jam sebelum keberangkatan.

"Data penumpang yang melakukan refund atau reschedule penerbangan karena dokumen kesehatan tidak layak terbang karena tidak melakukan usap PCR untuk maskapai Lion Air sebanyak 28 pax. Sedangkan, maskapai lainnya yakni Sriwijaya nol, Citilink tujuh pax, Garuda tiga pax, dan Bantik Air nihil," kata Agus Pandu.

Lebih lanjut, jam operasional bandara YIA sendiri mulai pukul 09.00. Sedangkan, calon penumpang bisa mengakses pemeriksaan melalui aplikasi peduli lindungi mulai pukul 05.30 WIB. "Penumpang kami minta untuk dua jam datang sebelum jam keberangkatan," terang Agus Pandu.

Terkait dengan aturan syarat PCR bagi calon penumpang, Agus Pandu dan jawatannya mengaku akan mensosialisasikan kebijakan dari pemerintah pusat tersebut. Untuk perjalanan pesawat di luar wilayah Jawa-Bali dengan kategori daerah PPKM level 1 dan 2 diwajibkan menunjukkan hasil tes PCR atau rapid test antigen yang diambil 2x24 jam untuk PCR dan 1x24 jam untuk rapid test antigen.

"Kami akan mensosialisasikan ini, supaya penumpang lebih siap dengan membawa persyaratan yang ditentukan dalam penerbangan. Untuk penumpang dengan usia di bawah 12 tahun wajib menunjukan kartu vaksin dan harus memenuhi persyaratan tes Covid-19 yang berlaku pada masing-masing wilayah," ungkap Agus Pandu.

Sementara itu, penurunan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berjenjang di wilayah Kulonprogo menjadi level dua dari level tiga disambut dengan kewaspadaan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 setempat. Masyarakat diimbau tetap senantiasa menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana, mengatakan secara bertahap jawatannya bakal melakukan upaya evaluasi terhadap sejumlah kegiatan masyarakat yang akan dilonggarkan. Upaya evaluasi dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadinya penularan Covid-19 yang berpotensi menimbulkan klaster.

"Level dua ini kemungkinan besar disambut dengan euforia masyarakat ya. Kita perlu tetap waspada. Walaupun level PPKM menjadi dua kita harus punya role model untuk mengantisipasi terjadinya klaster penularan Covid-19," kata Fajar beberapa waktu lalu.

Dikatakan Fajar, upaya evaluasi dan uji coba juga nantinya bakal menyasar sektor pariwisata. Sektor pariwisata dinilai menjadi lini yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Protokol pencegahan penularan Covid-19 dituntut untuk mampu diterapkan oleh pengelola wisata secara ketat demi menghindari terjadinya klaster penularan Covid-19.

"Tempat pariwisata kita nantinya akan terus dilakukan uji coba. Kita lakukan verifikasi ya terkait dengan penerapan protokol kesehatan. Termasuk upaya penerapan ganjil genap di objek wisata. Kita terus berkoordinasi dengan dinpar Kulonprogo untuk mempersiapkan objek wisata agar mampu menerapkan protokol kesehatan," terang Fajar.