TBY Tampilkan The Colour of Yogyakarta

Tari The Colour of Yogyakarta yang akan ditampilkan dalam temu karya taman budaya se-Indonesia. - Foto istimewaTaman Budaya Yogyakarta)
09 November 2021 07:07 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Temu karya taman budaya se-Indonesia akhirnya kembali digelar tahun ini. Acara tersebut gagal digelar di Jogja pada 2020 lalu, karena pandemi Covid-19.

Mengambil tema Pesona Ekpresi Seni di Tengah Pandemi Covid-19, kegiatan silaturahmi dan komunikasi antarpelaku seni dan pengelola taman budaya se-Indonesia kali ini digelar di Bandar Lampung, 16-18 November 2021 mendatang.

Kepala Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Diah Tutuko Suryandaru, mengatakan meski sejumlah kegiatan seni sempat berhenti karena pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, tetapi hal itu tidak membuat pihaknya berhenti beraktivitas.

Salah satunya adalah dengan tetap mempersiapkan diri untuk menghadapi kegiatan tahunan, berupa temu karya taman budaya. TBY tetap mempersiapkan sejumlah karya yang akan ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

“Karena masih dalam masa pandemi, tentu persiapannya berbeda. Format penyajian karya juga berbeda,” kata Diah, Minggu (7/11).

Diah menambahkan tidak hanya empat karya lukis yang telah selesai diseleksi, TBY juga akan menampilkan tari kreasi baru secara daring berjudul The Colour of Yogyakarta. Tarian karya Satriyo Handriyatno ini telah dikemas dalam bentuk materi audio visual selama 10 menit.

Pementasan itu melibatkan beberapa penari dan penata musik serta busana. Proses pembuatan materi telah dilakukan dan siap kirim. 

Pada tari kreasi baru berjudul The Colour of Yogyakarta tersebut akan ditampilkan mengenai berbagai kesenian rakyat yang berbeda di antara tiap wilayah. Dari keberagaman itu kemudian dihimpun menjadi spirit budaya rakyat. Selain itu, dalam tari tersebut juga akan digambarkan mengenai keberadaan sumbu filosofis Yogyakarta.

“Kemasannya dalam sebuah sinematografi. Itulah kenapa dinamakan The Colour of Yogyakarta,” ungkap Budi.

Menurut Budi, selain menampilkan dan mengapresiasi karya yang dikirimkan oleh masing-masing taman budaya, kegiatan temu karya juga digunakan sebagai ajang silaturahmi dan membahas mengenai eksistensi taman budaya dan organisasi yang menaunginya. “Karena kebetulan, pada temu budaya kali ini juga akan dilakukan pemilihan pengurus baru [organisasi yang membidangi taman budaya],” ujar Budi.