Berdayakan Difabel karena Semua Punya Kesempatan yang Sama

Meyra Martanti (kiri) dan Lidia Eka (kanan), saat hadir di Talk Show Panggung Harjo, Rabu (10/11/2021). - Ist
11 November 2021 07:57 WIB Nina Atmasari Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Setiap orang punya keunikan masing-masing dan upaya pendekatan mereka untuk bertahan hidup pun berbeda-beda. Semua punya hak yang sama dan bisa mendapatkan kesempatan yang sama.

Prinsip itulah yang dipegang Meyra Martanti, pemilik Kafe Artease Sinden. Kafe di Sumberan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman ini merupakan kafe unik karena mayoritas pegawainya adalah orang berkebutuhan khusus yaitu tuli.

"Artease Sinden ini kafe kecil untuk yang berkebutuhan khusus tuli, untuk bisa berkreasi karena mereka punya passion masak-memasak, sehingga jadi saluran mereka berkreasi menemukan passionnya di dunia barista," ungkap Meyra, saat hadir di Talk Show Panggung Harjo "Berbisnis dan Memberdayakan Remaja Difabel", Rabu (10/11/2021).

Talkshow yang digelar secara daring di Youtube Harian Jogja ini juga menghadirkan narasumber Lidia Eka, barista di Kafe Artease Sinden. Menurut Meyra, meski tuli, mereka handal menjadi barista dan petugas lain di kafe tersebut.

Menu-menu yang ada di kafe tersebut dikreasi sendiri. Setiap karyawan yang masuk akan diajari dari awal. "Asal mereka punya kemauan untuk belajar," kata Meyra.

Meyra mengaku ingin memberikan kesempatan yang sama pada orang-orang tuli dengan mengajak mereka bergabung di Kafe Artease Sinden. Mayoritas karyawannya adalah mahasiswa luar daerah yang kuliah di Jogja.

"Setiap orang punya hak yang sama, akhirnya kita berikan kesempatan yang sama, kita mulai dari diri. Saya senang anak-anak punya rumah kedua. Mereka mayoritas orang luar Jawa, seperti Lidia ini asal Lampung. Kami ingin jadi keluarga kedua," jelas Meyra.

Ia mengakui mengelola kafe unik ini tidak mudah. Suasana di kafe ini sunyi. Pelanggan yang datang perlu menyesuaikan, dan akan didampingi. "Pelanggan yang sudah sering datang akan terbiasa. Untuk pelanggan baru, akan didampingi," katanya.