Ada Awan Cumulonimbus di Atas Bandara YIA, Maskapai Diminta Berhati-hati

Maskapai penerbangan di bandara YIA-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
11 November 2021 16:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Stasiun Meteorologi Bandara YIA mengimbau agar maskapai penerbangan yang ingin take off maupun landing di Bandara YIA memperhatikan pergerakan awan cumulonimbus. Cuaca hujan yang mengguyur wilayah Kulonprogo akhir-akhir ini cenderung membentuk pertumbuhan awan cumulonimbus, khususnya di perairan Jawa.

Kepala Stasiun Meteorologi Bandara YIA, Warjono, mengatakan pertumbuhan awan cumulonimbus di wilayah Kulonprogo, khususnya di atas Bandara YIA masih terjadi. Dikarenakan, cuaca hujan yang terus mengguyur wilayah sebagian besar DIY.

"Selain itu, terdapat tekanan rendah yang terjadi di selatan pulau Jawa. Sehingga, fenomena tersebut berdampak kepada pertumbuhan awan cumulonimbus di sekitar pulau Jawa. Pertumbuhan awan cumulonimbus hampir menyeluruh. Namun, pertumbuhan awan cumulonimbus yang paling dominan ada di laut Jawa," ujar Warjono pada Kamis (11/11/2021).

Dikatakan Warjono, berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh jawatannya, visibilitas maskapai penerbangan di Bandara YIA baiknsaat landing maupun saat take off masih terbilang cukup jelas. Stasiun Meteorologi Bandara YIA terus memberikan informasi cuaca kepada pihak bandara.

BACA JUGA: Film Penyalin Cahaya Sabet 12 Piala Citra

"Kita berikan perkiraan di jam-jam berapa saja potensi pertumbuhan awan cumulonimbus itu terjadi. Untuk visibilitas maskapai penerbangan masih terbilang cukup jelas ya. Baik saat pesawat landing maupun take off," terang Warjono.

Maskapai penerbangan juga diharapkan senantiasa memperbarui informasi mengenai cuaca saat melakukan landing maupun take off di Bandara YIA. Potensi pertumbuhan awan cumulonimbus maupun cuaca buruk di sekitar Bandara YIA terjadi sekitar siang sampai sore hari.

"Untuk beberapa hari ini pertumbuhan awan cumulonimbus maupun cuaca buruk kerap terjadi pada siang menjelang sore hari. Kalau malam hari ya ada pertumbuhan awan cumulonimbus namun flight di YIA kan berhenti saat malam hari ya, jadi tidak ada penerbangan lagi," ujar Warjono.

Potensi bencana hidrometeorologi dari fenomena alam La Nina menjadi perhatian serius dari Pemkab Kulonprogo. Upaya antisipasi dilakukan dengan menyiapkan ratusan personel dalam apel kesiapsiagaan yang dilakukan di Mapolres Kulonprogo pada Jumat (5/11/2021).

Bupati Kulonprogo, Sutedjo, mengatakan ratusan personel dilibatkan oleh Pemkab Kulonprogo untuk mengantisipasi terjadinya bencana hidrometeorologi akibat dari pergerakan La Nina di wilayah DIY. Terlebih, hujan deras dalam beberapa hari terakhir telah mengguyur sebagai besar wilayah Kulonprogo.

"BMKG juga sudah memperingatkan soal ancaman potensi bencana hidrometeorologi ya. Intensitas hujan di wilayah Kulonprogo juga tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kita patut mempersiapkan segala sesuatu untuk mengantisipasi terjadinya potensi bencana," kata Sutedjo beberapa waktu lalu.

Dikatakan Sutedjo, 297 personel polisi dan petugas lainnya yang dilibatkan dalam upaya antisipasi penanganan bencana hidrometeorologi di wilayah bumi binangun terdiri dari Polri, TNI, Satpol-PP Kulonprogo, Brimob, BPBD Kulonprogo, dan Basarnas DIY. Ratusan personel yang dilibatkan tersebut diminta untuk melakukan upaya evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

Berdasarkan catatan dari Pemkab Kulonprogo, potensi bencana hidrometeorologi di wilayah bumi binangun di antaranya banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan angin kencang. Terlebih, kondisi geografis Kulonprogo yang beragam dan dialiri oleh sejumlah sungai besar menjadi perhatian yang serius oleh Pemkab setempat.

"Sebagai langkah mitigasi, kami anggarkan biaya tak terduga (BTT) Kulonprogo sebanyak Rp20 miliar. Sebelumnya, BTT hanya dianggarkan senilai Rp7 miliar, Rp 5,4 miliar di antaranya telah digunakan untuk penanganan Covid-19. Kemudian, kami tambahkan lagi seiring munculnya risiko bencana dampak fenomena La Nina," ungkap Sutedjo.

o