Pemkot Jogja Paparkan 92 Inovasi dalam IGA 2021

Suasana presentasi Pemkot Jogja dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) 2021 secara daring dari Kompleks Balai Kota Jogja, Umbulharjo, Jogja, Rabu (24/11/2021) - Harian Jogja/Sirojul Khafid
25 November 2021 06:57 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA–Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mempresentasikan berbagai inovasinya dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) 2021. Diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI), penilaian secara daring ini untuk berbagi program-program inovasi pemerintah daerah yang ada di seluruh Indonesia.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi menjelaskan dalam rentang waktu 2019-2020, sudah ada 92 program inovasi yang dilaporkan kepada Kemendagri RI melalui sistem IGA. Dalam tema besar Inovasi di Tengah Pandemi: Eksistensi Pelayanan Publik Pemkot Jogja, sebagian besar inovasi memaksimalkan peran teknologi. Di masa pandemi, teknologi berperan besar dalam membatasi mobilitas dan interaksi secara fisik, termasuk dalam pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Inovasi program berbasis teknologi seperti Nglarisi, Print From Home, Serat Layon, Konsultasi Belajar Siswa (KBS) Online, dan lainnya. Dalam Serat Layon misalnya, kepengurusan seperti Akta Kelahiran dan Kematian dan sejenisnya bisa diurus secara online. Begitu juga berbagai perizinan melalui Print From Home, masyarakat bisa mencetak perizinan di rumah setelah mengurus secara online.

“Sementara dalam merespon pembelajaran di masa pandemi, Pemkot Jogja memaksimalkan KBS Online untuk memudahkan peserta didik. Meski pembelajaran tatap muka tidak berlangsung, sistem ini bisa menjadi salah satu solusi mengatasi permasalahan peserta didik. Pengguna KBS Online tidak hanya dari Jogja, bahkan masyarakat di luar Provinsi DIY,” kata Heroe dalam presentasi inovasi secara daring dari Kompleks Balai Kota Jogja, Umbulharjo, Jogja, Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Update 24 November: 5 Daerah Terbanyak Sumbang Covid-19 Termasuk Jogja

Sementara dalam program Nglarisi, penyediaan makanan baik untuk masyarakat yang isolasi mandiri (isoman) menggunakan produk Usaha Kecil Menengah (UKM). Sehingga selain masyarakat isoman terbantu, perekonomian UKM juga bergeliat.

Belum lagi pendaftaran vaksinasi yang sudah bisa diakses secara online. Hal ini cukup memudahkan dan menggencarkan vaksinasi di Kota Jogja. Sampai saat ini, capaian vaksinasi di Jogja sudah mencapai 170 persen dari target pemerintah pusat. Sudah sekitar 600.000 orang mendapat vaksin, baik warga luar maupun dalam Jogja.

Semua inovasi ini sebagain besar terangkum dalam aplikasi Jogja Smart Service (JSS). Dari data terakhir, sudah ada 163.976 pengguna. Selain beberapa inovasi di atas, ada puluhan inovasi lain di JSS. “Hal ini bisa membantu pola mobilitas dan interaksi dengan pemberian layanan yang kami berikan. Sistem berbasis teknologi juga membuat administrasi lebih tertib. Semua tercatat dan terintegrasi karena menggunakan satu data dan satu aplikasi,” kata Heroe.

Semua inovasi ini bermuara pada pemaksimalan pelayanan kepada masyarakat. Harapannya selain banyak masalah yang bisa diselesaikan, pelayanan yang prima bisa mendongkrak kesejahteraan masyarakat.