Disdukcapil Bantul & Kalurahan Tingkatkan Sinergi Pelayanan Adminduk

Kepala Disdukcapil Bantul, Bambang Purwadi Nugorho (berdiri kiri) saat memimpin Rapat Koordinasi Disdukcapil Bantul dan Lurah se-Kabupaten Bantul dalam rangka pendekatan pelayanan adminduk, Kamis (25/11/2021). Harian Jogja - Catur Dwi Janati
25 November 2021 21:12 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dalam rangka pendekatan layanan administrasi kependudukan (adminduk) terintegrasi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul menggelar rapat koordinasi bersama lurah se-Kabupaten Bantul, Kamis (25/11/2021). Sinergi ini dinilai dapat mempercepat layanan adminduk bagi masyarakat.

Kepala Disdukcapil Bantul, Bambang Purwadi Nugroho menerangkan saat ini layanan adminduk bisa dilaksanakan di kalurahan karena layanan yang diberikan juga sudah terintegrasi dengan kalurahan. "Saat ini ada program Aksi Simpati yaitu pembuatan akta kematian yang bisa sehari jadi. Ke depan kami akan meningkatkan dengan dokuman yang lain. Jadi lebih cepat, lebih dekat, lebih mudah," tuturnya.

Integrasi antara Disdukcapil dan pemerintah kalurahan, menurut Bambang, berdampak pada perubahan data yang makin cepat dan update. "Makin update dan data makin akurat. Hal ini juga mendukung terwujudnya single identity data. Jadi, satu data untuk semua kepentingan," katanya.

Selain pendekatan melalui kalurahan, akses pengurusan adminduk juga dapat dilakukan secara daring. Dengan Dukcapil Go Digital, warga bisa mengakses berbagai fitur terkait dengan adminduk.

Bambang berharap semua lurah lebih proaktif memperlancar pelayanan adminduk, karena dampaknya berpengaruh pada semua aspek pembangunan. "Harapannya dengan rapat koordinasi ini akan mendorong pelayanan lebih dekat lagi ke kalurahan, karena penduduk Bantul banyak berada di perdesaan," ujarnya.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan, Didik Warsito berharap nantinya semua layanan adminduk bisa dilakukan secara daring sehingga masyarakat tidak hanya didekatkan, tetapi bisa mengurus berkas adminduk dari rumah secara daring. "Ke depan yang kami pikirkan adalah kecukupan agar semua masyarakat bisa mengakses. Misalnya masyarakat yang ada di Kapanewon Dlingo bagaimana mereka bisa mengakses, tidak harus pergi ke mana-mana. Mungkin nanti ada kerja sama dengan Diskominfo untuk meningkatkan kemampuan jaringan Internet di desa," ujarnya.