Bantul Siap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 Setelah Libur Nataru

Ilustrasi - Antara/Oky Lukmansyah
29 November 2021 18:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul menyatakan siap menghadapi lonjakan kasus Covid-19 saat libur Natal dan tahun Baru (Nataru). Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro masih aktif dan bisa dipakai.

“Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 aktif terus, tidak pernah tutup. Saat ini tersedia 80 bed [tempat tidur]. Sementara yang terisi per 29 November 2021 hanya lima bed,” kata Kepala RSLKC Bambanglipuro, Tarsius Glory, Senin (29/11/2021).

“Bisa dicek ke daerah lain mana ada yang masih membuka rumah sakit khusus Covid-19. Hanya Bantul.”

BACA JUGA: Tegur Kaesang, Gibran Larang Pawai Kawal Persis Solo

Pasien yang berada di lima bed ini hampir semuanya bergejala ringan. Tarsius memastikan lima lokasi selter atau isoter yang dikelola Pemkab Bantul juga masih berfungsi dan belum dialihfungsikan untuk kepentingan yang lain.

Kemudian selter di kalurahan-kalurahan juga diminta untuk tetap siaga. Ruang isolasi di rumah sakit rujukan khusus Covid-19 baik rumah sakit daerah maupun rumah sakit swasta dipastikan sudah menyiapkan ruang khusus Covid-19. “Bilamana terjadi lonjakan kasus kami sudah siap, kami siaga. Tapi semoga tidak terjadi lonjakan kasus,” ujar Glory.

Glory mengatakan dari hasil tracing kontak erat yang berawal dari tiga siswa SMPN Bambangliporo, terdapat sekitar 140 orang dari belasan kepala keluarga (KK) yang menjalani tes polymerase chain reaction (PCR) pada Jumat dan Sabtu pekan lalu. Namun hasilnya belum keluar hingga Selasa siang.

Ia memastikan tracing untuk gelombang pertama dari siswa SMPN 2 Bambanglipuro sudah selesai, “Tinggal tracing gelombang kedua, namun hasilnya belum keluar,” ujar Glory.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Bantul Joko Budi Purnomo mengaku sudah memerintahkan Dinas Kesehatan Bantul untuk menyiagakan sumber daya manusia (SDM) medis dan juga layanan fasilitas kesehatan khusus pasien Covid-19 untuk menghadapi lonjakan kasus setelah libur Nataru. “Kami sudah siap. Nakes sudah siap, rumah sakit juga sudah siap,” ucap Joko.

Namun ia berharap tidak terjadi lonjakan kasus. Selain menyiapkan sarana dan prasarana seperti rumah sakit dan isoter, pihaknya juga berupaya mengampanyekan disiplin protokol kesehatan. Joko mengaku sudah memerintahkan semua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bantul sampai tingkat kalurahan untuk tetap ikut kampanye dalam rangka disiplin prokes dan kemudian.

Para ASN juga diminta memonitor di wilayahnya masing-masing dan menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak  melakukan aktivitas dalam jumlah besar yang berpotensi menjadi penularan Covid-19.