Awas! Tanam Cabai di Luar Musim Rawan Diserang Hama, Ini Pencegahannya

Foto ilustrasi petani cabai membakar tanaman cabai. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
01 Desember 2021 19:17 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Upaya penanaman cabai off-season atau di luar musim di pesisir Bantul terus dibudidayakan. Meski pertumbuhan tanaman terpantau baik, serangan Organisme Penganggu Tanaman (OPT) atau lazim disebut hama yang mulai muncul coba ditangani sedini mungkin agar tak menghambat pertumbuhan tanaman.

Plt. Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Joko Waluyo menyampaikan berdasarkan pemantauan di lapangan perkembangan vegetatif tanaman cabai sudah baik. Meski ditanam di luar musim, pertumbuhan fase vegetatif tanaman cabai di lahan percontohan di kawasan Pantai Samas, Srigading tersebut nyatanya mampu bertahan cukup baik.

BACA JUGA : Penanaman Cabai Rawit di Luar Musim Diharapkan Stabilkan

"Pertumbuhannya sudah nagus. Targetnya bisa tepat waktu. Panen di tahun 2022, mungkin di Januari akhir," tuturnya pada Rabu (1/12).

Dari hasil pengamatan, Joko mengakui adanya serangan OPT yang mulai menyerang tanaman cabai. Balai Proteksi Tanaman Pertanian (BPTP), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY bergegas melakukan pengendalian dini.

"Melihat pertumbuhan cabai sudah 15-an hari, itu perkembangannya cukup bagus. Memang sudah mulai ada serangan, gejalanya putih-putih. Baru satu dua. Saran dari Balai Proteksi langsung disemprot, sudah diperlakukan untuk mengantisipasi itu," terangnya.

Ditambahkan Joko pengamatan yang intens dan pengendalian OPT secara dini diharapkan dapat menekan tingkat serangan. Saat ini Joko menyebutkan bahwa serangan OPT tersebut masih minor, hanya menjangkiti satu dua tanaman di lahan. "Baru satu dua langsung ditangani nanti takutnya semakin parah kalau tidaj ditangani," tandasnya.

"Yang jelas pertumbuhannya bagus, baik yang di lahan pasir maupun lahan sawah. Serangan [hama] belum berarti, tapi kita amati sedini mungkin jangan sampai meluas," imbuh Joko.

Bendahara Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala, Srigading, Abdul Mukid menuturkan bila petani telah mendapatkan bantuan pupuk organik dari BPTP DIY. Sebagai mitra dalam program penabaman cabai off-season, petani mendapatkan pupuk organik yang mampu menstimulus pertumbuhan tanaman dan menekan serangan hama.

Dijelaskan Mukid, pupuk organik langasung dicanpurkan tim BPTP DIY ke dalam tempat penampungan air. Air yang telah bercampur pupuk selanjutnya bisa diaplikasikan ke tanaman cabai lewat metode kocor.

BACA JUGA : Harga Cabai Anjlok Rp2.500 Per Kg karena Imbas Penerapan

Selain virus, Mukid menjelaska bila serangan uret atau ulat yang menyerang tanaman sejatinya hal yang lumrah terjadi dalam budidaya tanaman cabai. Serangan uret dan virus menimbulkan gejala tanaman layu, daun menguning, hingga kematian tanaman. Mukid melihat hal itu sebagai tantangan yang harus dipecahkan petani Bantul. "Ini kan program uji penanaman cabai off season yang tantangannya lebih berat," tandasnya.

"Namun jika berhasil maka hasil jual cabainya juga relatif mahal. Karena pasokan cabai di pasar menipis, namun permintaan stabil bahkan bertambah," katanya.