Advertisement

Harga Cabai Anjlok Rp2.500 Per Kg karena Imbas Penerapan PPKM

Hafit Yudi Suprobo
Kamis, 26 Agustus 2021 - 07:37 WIB
Nina Atmasari
Harga Cabai Anjlok Rp2.500 Per Kg karena Imbas Penerapan PPKM Petani cabai di Kalurahan Garongan, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo, membakar tanaman cabai. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Aris Nugroho mengungkapkan sudah berusaha semaksimal mungkin agar petani tidak dirugikan atas hasil panennya.

Upaya sistem tanam yang tidak dilakukan secara serentak menjadi salah satu upaya dari dinas untuk menekan agar harga jual cabai merah keriting tidak anjlok di pasaran.

"Kami mengoptimalkan tata tanam di sentra produksi (cabai), khususnya di lahan pantai. Sehingga tidak terjadi tanam dan panen dalam waktu bersamaan," kata Aris, Rabu (25/8/2021).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Baca juga: Sultan Tegaskan Wisata di DIY Dibuka Jika Vaksinasi Sudah 80 Persen

Aris sudah mengetahui jika harga cabai merah keriting dari petani memang anjlok beberapa hari terakhir ini. Penerapan PPKM yang dilakukan oleh pemerintah pusat menjadi faktor anjloknya harga cabai merah keriting.

"Sejumlah aktivitas masyarakat dibatasi. Padahal, aktivitas seperti pesta mau resepsi kan mampu meningkatkan permintaan cabai ya. Pembatasan PPKM juga berdampak kepada menurunnya permintaan cabai dari petani oleh rumah makan. Ini (cabai) persolan supply-demand ya," sambung Aris.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Rabu, 5 Oktober 2022

News
| Rabu, 05 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement