Advertisement
Harga Cabai Anjlok Rp2.500 Per Kg karena Imbas Penerapan PPKM
Petani cabai di Kalurahan Garongan, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo, membakar tanaman cabai. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Aris Nugroho mengungkapkan sudah berusaha semaksimal mungkin agar petani tidak dirugikan atas hasil panennya.
Upaya sistem tanam yang tidak dilakukan secara serentak menjadi salah satu upaya dari dinas untuk menekan agar harga jual cabai merah keriting tidak anjlok di pasaran.
Advertisement
"Kami mengoptimalkan tata tanam di sentra produksi (cabai), khususnya di lahan pantai. Sehingga tidak terjadi tanam dan panen dalam waktu bersamaan," kata Aris, Rabu (25/8/2021).
Baca juga: Sultan Tegaskan Wisata di DIY Dibuka Jika Vaksinasi Sudah 80 Persen
Aris sudah mengetahui jika harga cabai merah keriting dari petani memang anjlok beberapa hari terakhir ini. Penerapan PPKM yang dilakukan oleh pemerintah pusat menjadi faktor anjloknya harga cabai merah keriting.
"Sejumlah aktivitas masyarakat dibatasi. Padahal, aktivitas seperti pesta mau resepsi kan mampu meningkatkan permintaan cabai ya. Pembatasan PPKM juga berdampak kepada menurunnya permintaan cabai dari petani oleh rumah makan. Ini (cabai) persolan supply-demand ya," sambung Aris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Bawuran-Sitimulyo Dikepung Asap Pembakaran Sampah, Ada 74 Titik Ilegal
- 121 PPPK Kemenag Kulonprogo Ikuti Tes IT, DIY Jadi Pelopor Nasional
- SMAN 1 Depok Gelar Career Day, Bekali Siswa Tembus Perguruan Impian
- DPRD Desak Status Hukum Guru Honorer di DIY
- Rektor UIN Sunan Kalijaga: Alumni Harus Jadi Solusi Bangsa
Advertisement
Advertisement








