Siap Berlari, Bekerja Keras, dan Berkolaborasi

Panewu Bambanglipuro, Roy Robert Edison Bonai, AP. MM bersama istri - Istimewa
07 Desember 2021 23:12 WIB Media Digital Bantul Share :

BANTUL—Sejak menjadi Panewu Bambanglipuro pada awal September 2021, Roy Robert Edison Bonai, AP. MM langsung tancap gas melakukan berbagai upaya penyesuaian dan melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 hingga Bambanglipuro dipilih sebagai pilot project atau percontohan percepatan vaksinasi. Hingga saat ini, capaian vaksinasi di Bambanglipuro telah mencapai sekitar 97% dari total jumlah warga yang berdomisili di kapanewon setempat.

Untuk sisanya, dari hasil sapu bersih warga yang belum divaksinasi diketahui jika mereka tidak memungkinkan untuk mendapatkan vaksin Covid-19 dengan berbagai alasan, seperti penyintas yang belum mencapai tiga bulan, memiliki penyakit bawaan atau komorbid yang berdasarkan hasil skrining tenaga kesehatan tidak memungkinkan untuk divaksinasi.

Cepatnya capaian vaksinasi yang bisa dikatakan hampir 100% tersebut tidak lepas dari kalaborasi lintas instansi, baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Pemerintah Kapanewon Bambanglipuro, Puskesmas Bambanglipuro, tenaga kesehatan, pemerintah kalurahan, TNI-Polri, dan masyarakat serta sejumlah lembaga swasta yang turut membantu mempercepat vaksinasi sehingga capaian vaksinasi di Bambanglipuro tertinggi dari 17 kapanewon lainnya. “Kami harus berlari, bekerja keras, berkolaborasi sinergi semua unsur termasuk TNI dan Polri dalam rangka percepatan vaksinasi Covid-19,” kata Roy saat dikonfirmasi, Jumat (3/12/2021).

Selain percepatan vaksinasi, Roy juga langsung melakukan penguatan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemerintah, serta bimbingan teknis penguatan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Pemulihan ekonomi pascapandemi menjadi target utama kami,” ujar Roy.

Sejak dirinya menjabat sebagai Panewu Bambanglipuro, sudah empat kali jajarannya melakukan pelatihan penguatan pelaku UMKM yang menyasar sekitar 400 pelaku UMKM dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat. Selain kegiatan vaksinasi dan pemulihan ekonomi, program lain juga terus digenjot untuk mencapai masyarakat yang cerdas, sehat, dan sejahtera sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Bantul pada 2021-2026.

Di sektor kesehatan, Pemerintah Kapanewon Bambanglipuro sudah beberapa kali menggelar pelatihan dan sosialisasi untuk menekan angka stunting dengan menyasar remaja pranikah, terutama terkait dengan pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). “Kami juga menggelar sosialisasi terkait dengan pentingnya keberadaan posyandu di masing-masing kalurahan. Sosialisasi juga menyasar kader dan remaja pranikah dan pelatihan reproduksi. Bupati sudah memberikan tugas kepada lurah dan panewu terkait dengan sinkronisasi APBD dan APBKal di bidang kesehatan yang harus menjadi prioritas,” kata Roy.

Lebih lanjut, pria kelahiran Serui, Papua 23 Februari 1973 ini menyatakan sebagai pembina dan evaluator Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal), jajarannya tetap melakukan pencermatan agar APBKal di semua kalurahan di Bambanglipuro tetap sinkron dengan program prioritas Pemkab Bantul.

Sejumlah program prioritas tersebut di antaranya penguatan produk unggulan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pemantapan infrastruktur pendukung ekonomi, pemantapan perlindungan lingkungan sosial dan bencana, serta penguatan reformasi birokrasi. “Program ini sudah kami cermati dan semua masuk dalam perencanaan. Pemerintah kalurahan harus mendukung program tersebut,” kata Roy.

Roy menambahkan berbagai potensi di Kapanewon Bambanglipuro juga terus diupayakan untuk berkembang. Berbagai potensi seperti seni budaya, kuliner, kerajinan, dan wisata yang berada di kalurahan di wilayah Bambanglipuro, yakni Sidomulyo, Mulyodadi, dan Sumbermulyo, harus menjadi daya dongkrak ekonomi masyarakat. Berbagai potensi tersebut setiap tahun dipamerkan di halaman kantor Kapanewon Bambanglipuro. (*)