Kelok 23 Kretek-Girijati Dibuka 14 September, Ini Kendaraan yang Boleh Melintas
Kelok 23 Kretek-Girijati diuji coba 14-20 September 2026. Simak jam operasional, kendaraan yang boleh melintas, dan aturan uji coba.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X memberikan sinyal kekhawatiran terkait sulitnya penerapan protokol kesehatan pada Pembelajaran Tatap Muka (PTM) SD dan PAUD. Oleh karena itu ia berharap agar guru tidak bosan dalam memantau prokes anak demi mencegah penularan Covid-19.
Sultan HB X meyakini semua guru di sekolah sudah memahami penerapan prokes. Maka sudah menjadi kewajibannya untuk mengingatkan penerapan prokes pada anak. Akan tetapi bagi pelajar SMP dan SMA kemungkinan bisa memahami perintah penerapan prokes. Akan tetapi Sultan mengkhawatirkan untuk jenjang PAUD hingga SD terutama saat bermain di luar kelas yang tidak terpantau penerapan prokesnya.
BACA JUGA: Lima Gunung Api Purba Ditemukan di Gunungkidul, Ada yang di Pantai
"Pertanyaan saya, mungkin kalau anak SMP, SMA kita kasih tahu agar jangan terlalu dekat dengan teman [jaga jarak], masih bisa, tetapi kalau makin turun [SD, PAUD] apa iya [bisa diterapkan]. Kalau sekedar duduk di bangku mungkin masih bisa diatur tetapi kalau sudah bermain?," katanya di Kepatihan, Jumat (14/1/2022).
Kalau anak, imunitasnya tinggi kalau sekarang diswab hasilnnya tanpa gejala mungkin kalau 10 hari lagi diswab mungkin sudah hijau, kira-kira kan seperti itu, kecuali kalau dia ada penyakit lain. Sultan HB X berharap semua pihak termasuk sekolah dapat mengambil pengalaman bersama yang nyaris dua tahun menghadapi pandemi. Ia menilai tidak perlu takut menghadapi kondisi Covid-19 saat ini. Guru harus mampu memberitahu anak dan menerapkannya terkait prokes.
"Kondisi seperti ini dua tahun sudah kita pelajari. Jadi kita tidak perlu takut menghadapi kondisi yang ada eritahu anak. Masalahnya hanya di situ. Kalau usianya makin kecil, apalagi kalau PAUD, SD saja agak susah," ujarnya.
HB X berharap kepada para guru agar tidak bisa dalam mengawasi anak didiknya menerapkan prokes. Di sisi lain anak biasanya memiliki imunitas cukup tinggi sehingga memungkinkan kesehatannya dapat terjaga dengan baik. "Hal-hal seperti ini mungkin guru dianggap juweh, tetapi perlu terus diingatkan. Saya kira kalau yang SMA mungkin no problem," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 Kretek-Girijati diuji coba 14-20 September 2026. Simak jam operasional, kendaraan yang boleh melintas, dan aturan uji coba.
Sinergi tersebut dibahas dalam Overview Implementasi SIPD RI-SP2D Online dan evaluasi Optimalisasi Penggunaan KKI/KKPD di Semarang, Jumat (11/9/2026).
Amazon menghentikan sementara operasi dengan 21 Air setelah pesawat kargo kecelakaan di Miami yang menewaskan lima orang.
Sebanyak 114 korban Kapal Virgo Transport 8 ditemukan, 108 selamat dan 6 meninggal. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
KK perlu diperbarui setelah menikah, cerai, kelahiran hingga perubahan data. Simak 8 kondisi, syarat, dan cara mengurusnya.
Gen Z mulai meninggalkan sapaan “halo” saat mengangkat telepon. Kebiasaan ini dipengaruhi komunikasi digital dan kekhawatiran penipuan AI.