Advertisement
2 Lapak Hanya Ada 1 Pintu, Begini Kondisi Lokasi Baru yang Dikeluhkan PKL Malioboro
Lokasi baru PKL Malioboro yang dibangun di lahan eks Gedung Dinas Pariwisata DIY, Selasa (4/1/2022). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Pedagang Kaki Lima (PKL) Malioboro mengelihkan tempat relokasi pedagang di Malioboro yang disiapkan pemerintah.
Pemerintah Kota Jogja mengklaim kesiapan tempat relokasi PKL sudah 99 persen. Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, tempat relokasi yang berada di eks Kantor Dinas Pariwisata DIY dan eks Bioskop Indra akan dinamakan Teras Malioboro.
Advertisement
Dalam pantauannya, Heroe mengatakan perlu ada perbaikan sedikit di beberapa hal. “Tinggal sedikit perbaikan, seperti untuk penanda dan segala macam, terus meja dan segala macam,” kata Heroe, Kamis (20/1/2022).
Nantinya, akses menuju Teras Malioboro bisa dari berbagai sisi. Sehingga tidak ada istilah PKL pergi dari Malioboro, namun tetap berada di sana. PKL tidak hilang namun dikumpulkan dalam satu tempat. “Beli oleh-oleh masih bisa di Malioboro, mau makan lesehan juga masih bisa di Malioboro, memang tidak bisa lagi di pinggir jalan seperi dulu,” kata Heroe. “Jadi pada dasarnya orang bisa datang ke Malioboro seperti biasa, tidak ada perubahan. Malah semakin baik, dilihat saja, dibuktikan itu nanti.”
Dalam relokasi, penempatan relokasi antara kuliner dan non kuliner akan berbeda tempat. Sehingga apabila ada PKL yang berganti dagangan, maka tempatnya pun akan pindah.
BACA JUGA: Jogja Bakal Banjir Kendaraan Saat Tol Beroperasi, Bus Wisata Dilarang Masuk Kota
Ketua Paguyuban Angkringan Malioboro (Padma), Yati Dimanto, mengeluhkan lapak relokasi yang ukurannya 1,15 x 2,5 meter. Keluhan utamanya karena setiap dua lapak hanya ada satu pintu. Apabila dua lapak itu pemiliknya beda, maka rentan terjadi konflik.
Selain itu, tidak ada pula kompensasi relokasi juga menjadi permasalan tersendiri. Apabila ingin merapikan, lanjut Yati, tidak harus dengan relokasi.
Tapi bisa dengan mempercantik penataannya, entah dengan seragam gerobak atau sistem urutannya. Yang jelas, bisa dibuat agar tidak beririsan dengan toko.
"Tidak harus dipindah. Terutama yang kuliner, tidak berbenturan dengan toko," kata Yati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Polda Jateng Kawal Ketat 224 Destinasi Wisata Selama Libur Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Lebaran, Pengunjung Candi Prambanan Capai 18.500 Orang Sehari
- Simpan Ini! Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 24 Maret 2026
- Jadwal KRL Keberangkatan dari Palur & Solo Balapan, Selasa 24 Maret
- Jadwal Prameks Jogja-Kutoarjo 24 Maret 2026, Cek di Sini
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 24 Maret 2026, Simak Waktunya
Advertisement
Advertisement








