Kasus Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan, 14 Saksi Diperiksa
Polda DIY periksa 14 saksi dugaan malapraktik RSUD Prambanan, saksi ahli segera dipanggil awal Juli 2026.
Ilustrasi sembako/Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL- Kenaikan sejumlah harga bahan pokok pangan disinyalir terjadi karena naiknya demand atau permintaan barang oleh konsumen menjelang Ramadan yang akan dimulai dua pekan lagi. Kendati demikian kenaikan harga yang terjadi dinilai masih dalam tahap kewajaran.
"Supply and demand ini kan menjelang Ramadan artinya orang bersiap-siap untuk menyongsong Ramadan. Saya harus membeli ini untuk kepentingan saya membuat ini atau memproduksi ini dan lain sebagainya," terang Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Bantul, Agus Sulistiyana pada Jumat (18/3/2022).
Menurut Agus, kegiatan-kegiatan UKM mulai menggeliat saat ini. Apalagi potensi banyaknya pedagang dadakan yang biasa berjualan di pasar sore atau pasar tiban nantinya. Hal ini lah membuat UKM membutuhkan bahan pangan yang lebih. "Yang biasanya enggak jualan jajanan, jualan jajanan dan sebagainya. Akhirnya tadi kebutuhannya semakin meningkat," tandasnya.
BACA JUGA: Tes Covid-19 Dicabut, Penumpang Bandara YIA Melonjak
"Ketika kebutuhan meningkat, pasarnya kan kurang. Kalau msialnya kurang, akhirnya harga kan meningkat," tambahny
Dari segi kenaikannya, peningkatan harga yang terjadi menurut Agus masih dalam taraf kewajaran. "Lumrahlah ketika ramadan itu kemudian naik harganya. Seperti biasa-biasanya kan seperti itu, tapi masih dalam taraf kewajaran, yang jelas kan itu," tandasnya.
Sebelumnya Kabid Sarana Perdagangan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Arum Bidayati menerangkan bila dari hasil pantauan harga bahan pokok di Pasar Bantul, Pasar Piyungan, Pasar Pijenan, Pasar Imogiri dan Pasar Niten mendapati rerata harga beberapa komoditas mengalami kenaikan. Pada komoditas telur ayam misalnya yang rata-rata naik Rp2167, dari rata-rata Rp21.700 menjadi Rp23.867 per kilogram.
Kenaikan tertingi terjadi pada bahan pangan cabai merah. Baik cabai merah keriting maupun cabai merah besar, keduanya mengalami kenaikan harga. Sebelumnya cabai merah keriting dibanderol dengan harha Rp38.600 per kilogram. Kini harganya menjasi Rp43.500 per kilogram atau naik Rp4900 per kilogramnya.
Tak hanya cabai merah ketiting, cabai merah besar pun mengalani kenaikan rerata harga yang cukup tinggi. "Harga cabai merah besar dari rata-rata Rp36.500 per kilogram, harganya naik di angka Rp40.000 per kilogram, naik Rp3500 per kilogramnya," tuerangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY periksa 14 saksi dugaan malapraktik RSUD Prambanan, saksi ahli segera dipanggil awal Juli 2026.
Mobil susah hidup belum tentu karena aki. Kenali lima tanda dinamo starter rusak agar terhindar dari mogok dan biaya perbaikan mahal.
Brasil menghadapi Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Erling Haaland dan rekor buruk pertemuan menjadi ancaman bagi Selecao.
Soft living menjadi tren di Jogja. Gaya hidup ini mendorong keseimbangan hidup dan kesehatan mental tanpa mengabaikan tanggung jawab.
Marc Marquez resmi memperpanjang kontrak dengan Ducati hingga 2027. Kesepakatan ini membuka peluangnya mengejar rekor gelar dunia MotoGP.
Kylian Mbappe mencatat 11 gol di fase gugur Piala Dunia dan resmi menjadi pencetak gol knockout terbanyak sepanjang sejarah, melampaui Ronaldo dan Messi.