PSS Sleman Siapkan Uji Coba, PSM Makassar Jadi Kandidat Lawan
PSS Sleman akan kembali menjalani laga uji coba pekan ini. PSM Makassar disinyalir menjadi calon lawan setelah berlatih di Sleman.
Ilustrasi sembako/Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL- Kenaikan sejumlah harga bahan pokok pangan disinyalir terjadi karena naiknya demand atau permintaan barang oleh konsumen menjelang Ramadan yang akan dimulai dua pekan lagi. Kendati demikian kenaikan harga yang terjadi dinilai masih dalam tahap kewajaran.
"Supply and demand ini kan menjelang Ramadan artinya orang bersiap-siap untuk menyongsong Ramadan. Saya harus membeli ini untuk kepentingan saya membuat ini atau memproduksi ini dan lain sebagainya," terang Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Bantul, Agus Sulistiyana pada Jumat (18/3/2022).
Menurut Agus, kegiatan-kegiatan UKM mulai menggeliat saat ini. Apalagi potensi banyaknya pedagang dadakan yang biasa berjualan di pasar sore atau pasar tiban nantinya. Hal ini lah membuat UKM membutuhkan bahan pangan yang lebih. "Yang biasanya enggak jualan jajanan, jualan jajanan dan sebagainya. Akhirnya tadi kebutuhannya semakin meningkat," tandasnya.
BACA JUGA: Tes Covid-19 Dicabut, Penumpang Bandara YIA Melonjak
"Ketika kebutuhan meningkat, pasarnya kan kurang. Kalau msialnya kurang, akhirnya harga kan meningkat," tambahny
Dari segi kenaikannya, peningkatan harga yang terjadi menurut Agus masih dalam taraf kewajaran. "Lumrahlah ketika ramadan itu kemudian naik harganya. Seperti biasa-biasanya kan seperti itu, tapi masih dalam taraf kewajaran, yang jelas kan itu," tandasnya.
Sebelumnya Kabid Sarana Perdagangan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Arum Bidayati menerangkan bila dari hasil pantauan harga bahan pokok di Pasar Bantul, Pasar Piyungan, Pasar Pijenan, Pasar Imogiri dan Pasar Niten mendapati rerata harga beberapa komoditas mengalami kenaikan. Pada komoditas telur ayam misalnya yang rata-rata naik Rp2167, dari rata-rata Rp21.700 menjadi Rp23.867 per kilogram.
Kenaikan tertingi terjadi pada bahan pangan cabai merah. Baik cabai merah keriting maupun cabai merah besar, keduanya mengalami kenaikan harga. Sebelumnya cabai merah keriting dibanderol dengan harha Rp38.600 per kilogram. Kini harganya menjasi Rp43.500 per kilogram atau naik Rp4900 per kilogramnya.
Tak hanya cabai merah ketiting, cabai merah besar pun mengalani kenaikan rerata harga yang cukup tinggi. "Harga cabai merah besar dari rata-rata Rp36.500 per kilogram, harganya naik di angka Rp40.000 per kilogram, naik Rp3500 per kilogramnya," tuerangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman akan kembali menjalani laga uji coba pekan ini. PSM Makassar disinyalir menjadi calon lawan setelah berlatih di Sleman.
Klaten International Motocross 2026 diikuti 125 rider nasional dan internasional sekaligus mendorong sport tourism serta ekonomi lokal.
12 gudang Bulog rusak akibat gempa NTT, terutama di Ruteng. Stok beras dipindahkan ke tenda BNPB dan TNI agar tetap aman untuk disalurkan.
Tito Karnavian menegaskan larangan membuka lahan dengan cara membakar tanpa kecuali melalui Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2026.
Isi chat dugaan cashback Rp4.000 per kilogram pengadaan telur SPPG di Sukoharjo viral. BGN akan mengecek dugaan tersebut.
OIKN meminta warga melaporkan titik api di IKN melalui aplikasi IKNOW di tengah ancaman karhutla akibat fenomena El Nino.