Advertisement

Budayakan Membaca, Pria Ini Sediakan Perpustakaan untuk Warga

Lajeng Padmaratri
Sabtu, 02 April 2022 - 03:37 WIB
Arief Junianto
Budayakan Membaca, Pria Ini Sediakan Perpustakaan untuk Warga Triyanto, perintis TBM Teras Baca Guyub Rukun. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL--Minimnya kegiatan dan aktivitas yang membangun menjadi alasan pria bernama Triyanto ini untuk tergerak membikin suatu gebrakan. Lewat taman baca masyarakat (TBM), kini para pemuda hingga anak-anak di dusun tempatnya tinggal bisa memiliki wadah untuk menyalurkan energi positif.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Triyanto merupakan warga asli Dusun Jambon, Kalurahan Argosari, Kapanewon Sedayu, Bantul. Meski awalnya tak pernah terpikir merintis sebuah TBM, tetapi pria kelahiran 1991 ini sejatinya sudah aktif berkegiatan di sekitar wilayahnya sebagai remaja masjid.

BACA JUGA : Warganet Kaget Baca Tema & Pembicara Tarawih di UGM, Warganet: Finally, Sarjana Tarawih

Meski begitu, dia mengakui ketika masih kanak-kanak hingga remaja, tak banyak yang bisa ia lakukan di dusunnya. Selain perpustakaan desa yang tak begitu aktif, warga setempat pun masih minim inovasi kegiatan untuk anak-anak dan pemuda.

Namun, Triyanto muda sudah pernah terbayang untuk bekerja di perpustakaan daerah. Hal itu membuatnya menempuh pendidikan Ilmu Perpustakaan di UIN Sunan Kalijaga Jogja. Padahal, diakuinya ia tak begitu sering membaca buku.

"Sejak SMA, saya memang sudah tertarik baca buku, tapi enggak sering-sering amat. Cuma buku dengan tema-tema yang menarik saja yang saya baca. Sampai sekarang cuma begitu," ucap dia kepada Harianjogja.com ketika ditemui di TBM Teras Baca Guyub Rukun, Sedayu, Selasa (29/3/2022).

Namun, semasa kuliah, sekitar 2011, dia yang aktif sebagai remaja masjid sudah mengajak teman-temannya untuk membuat sebuah perpustakaan di masjid. Soal pengadaan buku, dia mengajukan permohonan buku ke Rumah Baca Asma Nadia. Hasilnya, 100 judul buku dikirim ke masjidnya untuk perpustakaan.

Advertisement

"Setelah lulus kuliah, kami pikir untuk bikin perpustakaan yang enggak cuma ada di masjid. Karena kalau cuma di masjid, maka yang bisa mengakses cuma jemaah. Wacana itu dibawa ke forum karang taruna, baru bisa tercapai pada 2015," jelasnya.

Perpustakaan yang mereka beri nama TBM Teras Baca Guyub Rukun itu didirikan pada 17 Mei 2015, bertepatan dengan Hari Buku Nasional. Lokasinya ada di teras kediaman rumah Triyanto.

Di sana, Triyanto dan para pemuda karang taruna memasang sejumlah rak berisi buku anak dan remaja yang diperoleh dari pengajuan proposal ke beberapa pihak.

Advertisement

"Pertama-tama memang fokus ke anak-anak. Kami ingin anak-anak bisa dekat dengan buku, enggak seperti kami, para pemuda saat kecil dulu. Pokoknya pengin bikin wadah kegiatan buat anak-anak," ucap dia.

Di Jambon, kata dia, ada sekitar 50 anak yang diajak untuk aktif berkegiatan di TBM Teras Baca Guyub Rukun. Tak hanya diminta datang untuk baca buku, Triyanto memancing mereka dengan sejumlah kegiatan. Seperti kegiatan pendampingan anak usia dini hingga bimbingan belajar.

"Lama-kelamaan, ada mahasiswa UNY yang praktik dari Pendidikan Luar Sekolah [PLS] di sini. Kegiatannya menggandeng ibu-ibu, sebulan sekali masak bareng, cari buku resep di sini. Lalu banyak kegiatan lainnya," kata dia.

Banyak Kegiatan

Advertisement

Kehadiran TBM Teras Baca Guyub Rukun yang dimotori Triyanto sebagai ketua membuat kegiatan pemuda di Dusun Jambon hidup. Pemuda karang taruna yang tadinya hanya punya kegiatan pertemuan dan kerja bakti, maka semenjak ada TBM, kegiatan lebih beragam.

Di samping itu, pengelolaan TBM Teras Baca Guyub Rukun yang dilakukan secara swadaya membuat para pemuda perlu mencari dana untuk membiayai operasional. Salah satu caranya adalah dengan mengumpulkan barang bekas dari warga untuk dijual ke pengepul.

"Sejak itu di sini jadi punya kegiatan sedekah sampah. Kami punya gerobak untuk mengumpulkan rongsok, yang melaksanakan ya pemuda," kata dia.

Advertisement

Kegiatan bimbingan belajar bagi anak-anak juga kini tak lagi gratis, melainkan dipungut biaya untuk menjalankan operasional. Anak-anak usia sekolah dasar bisa mengikuti program ini dengan pendampingan dari sejumlah pemuda.

BACA JUGA : Untidar Terima 3.275 Calon Mahasiswa Baru Melalui 3 Jalur

Pendampingan dari mahasiswa yang tengah melakukan praktik kuliah dan pengabdian masyarakat di TBM Teras Baca Guyub Rukun juga berdampak positif bagi keragaman kegiatan pemuda. Mereka diajak mengembangkan usaha sablon dan pembuatan pupuk organik.

"Jadi misal pemuda enggak ikut bimbel [bimbingan belajar], bisa ikut kegiatan yang lain. Tetapi beberapa kegiatan belum optimal. Seperti sablon, sejak pandemi berhenti. Pembuatan pupuk organik juga masih belajar," kata dia.

Advertisement

Kendati demikian, Triyanto bersyukur warga Jambon selalu mendukung apapun kegiatan TBM Teras Baca Guyub Rukun. Menurutnya, yang dibutuhkan oleh warga ialah sosok yang bisa menjadi pemantik untuk memunculkan kegiatan yang positif.

Berkat banyaknya kegiatan, taman baca ini pernah mendapatkan Penghargaan TBM Kreatif-Rekreatif dari Kemendikbud pada 2018. Tahun berikutnya, TBM ini bahkan dipilih Kemendikbud sebagai Tuan Rumah Residensi Literasi.

"Saya penginnya TBM ini bisa membuat masyarakat punya banyak kegiatan. Bahkan, kalau bisa mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Dari buku, bisa mendapat informasi yang bisa diaplikasikan untuk mengubah kehidupan mereka," kata dia.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Awan Panas Semeru Masih Keluar, BPBD Lumajang Tetapkan Masa Tanggap Darurat 14 Hari

News
| Senin, 05 Desember 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement