Advertisement

Festival Langen Carita untuk Melatih Anak Gunungkidul Pintar Berbahasa Jawa

David Kurniawan
Kamis, 07 April 2022 - 15:07 WIB
Budi Cahyana
Festival Langen Carita untuk Melatih Anak Gunungkidul Pintar Berbahasa Jawa Papan informasi tempat toilet yang ditulis dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan Jawa di Taman Budaya Gunungkidul di Kalurahan Logandeng, Playen, Gunungkidul, Rabu (6/4/2022). - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul menyiapkan sejumlah program untuk mengenalkan Bahasa Jawa kepada anak-anak usia sekolah dasar. Salah satunya melalui festival Langen Carita yang melibatkan perwakilan dari 18 kapanewon atau kecamatan di Bumi Handayani.

BACA JUGA: Gagal Paham, Milenial Mengira Pakiwan adalah Pemilik Toilet di Gunungkidul, padahal Artinya Ini

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Kepala Bidang Adat Tradisi Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan Gunungkidul Dwi Prihdiani mengatakan pemahaman anak-anak terkait dengan Bahasa Jawa masih sangat butuh peningkatan.

Menurut dia, beberapa cara telah dilakukan untuk meningkatkan kecintaan terhadap bahasa daerah. Salah satunya melalui program Langen Carita yang rencanannya diselenggarakan pada Juni mendatang.

“Program ini merupakan pentas seni yang melibatkan anak-anak usia sekolah,” kata Anik, sapaan akrabnya, Kamis (7/4/2022)

Ia menjelaskan Langen Carita adalah pementasan cerita yang menggunakan tarian dan tembang dalam Bahasa Jawa serta diiringi musik gamelan. Sajian dari cerita yang dibawakan bisa berupa legenda, sejarah, cerita rakyat atau karangan sendiri.

“Durasi pentas sekitar 30 menit. Jadi, memang butuh persiapan yang matang karena mayoritas pemainnya adalah anak-anak,” katanya.

Menurut Anik, peserta festival ini berasal dari perwakilan 18 kapanewon di Gunungkidul. Ia berharap para peserta bisa mengerti tentang bahasa serta seni tari, karawitan maupun tembang yang merupakan warisan leluhur.

Advertisement

BACA JUGA: Indonesia Resmi Punya 10 Bandara Internasional, Salah Satunya YIA

“Intinya memang untuk pelestaran seni budaya serta untuk regenerasi pelaku seni,” katanya.

Menurut dia, upaya pengenalan Bahasa Jawa tidak hanya melalui Festival Langen Carita. Namun demikian, ada juga program lain salah satunya menyasar ke kalangan anak-anak sekolah. “Untuk program yang ke sekolah, lebih tepatnya bisa ke bidang Sejarah Bahasa Sastra dan Permuseuman karena disana yang menangani,” katanya.  

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Berdarah Kulonprogo, Ini Profil Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi

News
| Selasa, 06 Desember 2022, 06:47 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement