Rumah Hantu Dibuka Di Malioboro, Ibu Hamil Disarankan Tak Masuk 

Pengunjung antre memasuki Rumah Hantu Malioboro, Danurejan, Jogja, Jumat (15/4). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
15 April 2022 20:42 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—JKTGO menghadirkan Rumah Hantu Malioboro mulai Jumat (15/4/2022). Wahana ini terdiri dari dua lantai dengan berbagai segmen, salah satu rumah hantu terbesar ini bisa masyarakat nikmati sampai 6 September 2022 mendatang.

BACA JUGA: Gejayan Dadi Siji, Gerakan Menolak Kekerasan Jalanan dengan Cara Asyik

Menurut Penyelenggara JKTGO, Ian Eryanto, pengunjung akan merasakan sensasi yang berbeda. Sejak masuk rumah hantu, pengunjung dipacu untuk mencari jalan keluar sendiri. Ada berbagai jalur dengan berbagai rute.

“Kami bekerja sama dengan Rumah Hantu Indonesia yang sudah berpengalaman selama 14 tahun. Di dalam ada berbagai jumpscare dan talent yang menyeramkan. Saat pengunjung tidak berpikir jernih, susah untuk mencari jalan keluar,” kata Ian, Jumat (15/4).

Agar pengunjung tidak bosan, setiap hari kostum dan setting talent berbeda sehingga meski masuk rumah hantu beberapa kali, akan ada pengalaman yang berbeda. Sekali masuk, maksimal rombongan lima orang. Hal ini agar suasana lebih mendukung.

“Karena ini berada di Jogja, sehingga kostum, hantu, sampai lagu di dalam juga sangat Jawa,” katanya, “Adapula evaluasi talent setiap harinya. Apabila tidak bagus, memungkinkan talent diganti untuk menjaga kualitas. Ketua tim juga merupakan orang teater.”

Rumah Hantu Malioboro buka setiap hari dari 18.30 sampai 22.30 WIB. Warga dengan penyakit jantung, ibu hamil, dan anak kecil tidak disarankan memasuki wahana yang memacu adrenalin ini.

BACA JUGA: Tiket Kereta Api Mudik ke Jogja Sudah Full hingga 30 April

Sebelum di Jogja, rumah hantu ini telah singgah di Jakarta dan Surabaya. Namun di dua kota tersebut menggunakan sistem drive thru atau pengunjung di dalam mobil. Di Jogja pengunjung berjalan dengan kakinya.

Salah satu pengunjung, Hari, merasa tertarik dengan rumah hantu. Selain memacu adrenalin, sudah lama pula tidak ada hiburan semacam ini. “Terlebih Jogja dekat dengan hal-hal mistis, jadi tambah menarik,” katanya. (Sirojul Khafid)