Komentar Viral soal Pasien BPJS, RSUP Dr Sardjito Hentikan Stase EPR
RSUP Dr Sardjito menghentikan stase dokter PPDS EPR usai komentar viral soal pasien BPJS. Rumah sakit menegaskan pasien tersebut bukan pasien Sardjito.
Warga menunjukkan saluran air yang diduga sempat tercemar limbah pembuangan pabrik kulit di Sitimulyo, Piyungan, beberapa waktu lalu.(Harian Jogja-Arief Junianto)
Harianjogja.com, BANTUL--Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di sekitar kawasan industri kulit Sitimulyo, Piyungan ditargetkan rampung tahun ini. Keberadaan IPAL diharapkan bisa meningkatkan kualitas air yang ada di sekitar kawasan industri kulit.
"Beberapa bulan mungkin ada yang menanyakan soal perkembangan IPAL yang diperuntukkan untuk kawasan industri kulit yang ada di Sitimulyo. Jadi intinya tahun ini sudah dianggarkan untuk penyelesaian bangunannya di tahun ini pula," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Ari Budi Nugroho, Sabtu (11/6/2022).
BACA JUGA: Tahapan Sudah Dimulai, Bawaslu Buka Pendaftaran Pemantau Pemilu
IPAL di kawasan industri kulit dibangun oleh Pemkab Bantul dengan anggaran APBD Kabupaten Bantul. Pembangunan IPAL tersebut disebutkan Ari setidaknya menghabiskan anggaran kurang lebih Rp3,8 miliar.
Proses pembangunan IPAL industri kulit akan dilakukan selama 150 hari kerja sampai akhir tahun ini atau sekitar lima bulan. Bila lancar, Ari memperkirakan pembangunan fisik IPAL akan berlangsung mulai Agustus nanti.
"Saat ini dokumen sudah masuk di bagian pengadaan barang dan jasa untuk siap ditender perusahaan," terangnya.
Diakui Ari, ada sekitar 10-11 pabrik kulit di kawasan Sitimulyo, Piyungan. Pabrik-pabrik tersebut disebutkan Ari telah memiliki IPAL. Pembangunan IPAL oleh Pemkab Bantul menurutnya digunakan untuk pengolahan lanjutan.
"Instalasi yang yang kami bangun itu untuk proses lebih lanjut. Sehingga nanti harapan kedepan kuliatas [air] yang dibuang ke badan sungai itu semakin baiklah. Sehingga tidak berpotensi menimbulkan pencemaran atau dampak lingkungan," jelasnya.
Instalasi yang dimiliki tiap-tiap pabrik rutin dipantau. Dari hasil pantauan, meski kualitas yang ada saat ini sudah baik, kualitas air tetap harus ditingkat. "Limbah kulit itu kan memang berbeda dengan aktivitas industri yang lain, jadi kalau industri kulit banyak menghasilkan output-nya limbah cair," terangnya.
Harapannya IPAL di kawasan industri kulit sudah bisa dimanfaatkan mulai tahun depan. Bila sudah beroperasi, Ari berharap limbah hasil olahan industri kulit yang dibuang ke badan sungai itu sudah memenuhi baku mutu. "Kualitasnya jadi semakin baik, semakin jauh di bawah baku mutu," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUP Dr Sardjito menghentikan stase dokter PPDS EPR usai komentar viral soal pasien BPJS. Rumah sakit menegaskan pasien tersebut bukan pasien Sardjito.
Vietnam memastikan diri sebagai juara Grup A Piala AFF 2026 setelah mengalahkan Kamboja 3-1. The Golden Stars finis dengan 10 poin dan melaju ke semifinal.
Tidur 12 jam saat akhir pekan tidak bisa menghapus utang tidur selama seminggu. Ahli menjelaskan dampak kurang tidur dan cara yang tepat menjaga kesehatan.
Nadin Amizah merilis single Moonlight yang ditulis sejak SMA. Lagu berbahasa Inggris ini menjadi pembuka album ketiga bertajuk Laika, Yang Ditinggalkan.
Timnas Indonesia gagal lolos ke semifinal Piala AFF 2026 setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Singapura. Garuda dominan, tetapi gol Ilhan Fandi memastikan t
DPRD Sleman meminta penanganan 4.278 anak tidak sekolah dievaluasi setiap tiga bulan. Pemkab didorong memastikan ATS kembali mengakses pendidikan, bukan sekadar