Advertisement

Kasus PMK di Bantul Terus Bertambah, Satu Sapi di Srandakan Positif Terpapar

Lugas Subarkah
Senin, 13 Juni 2022 - 17:17 WIB
Arief Junianto
Kasus PMK di Bantul Terus Bertambah, Satu Sapi di Srandakan Positif Terpapar Dokter hewan Puskeswan Sanden memeriksa kondisi sapi positif PMK di Kapanewon Srandakan, Senin (13/6/2022). - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Satu ekor sapi di Kapanewon Srandakan terkonfirmasi positif penyakit mulut dan kuku (PMK). Temuan ini menjadi kasus PMK pertama yang ditemukan ditemukan di Kapanewon Srandakan.

Dokter hewan Puskeswan Sanden, Titih Wahyaningtyas, menjelaskan sapi tersebut pertama kali dilaporkan pada Jumat (10/6/2022) lalu. "Sekarang sudah kontrol hari keempat, kondisinya lebih baik, nafsu makannya sudah bagus," ujarnya, Senin (13/6/2022).

BACA JUGA: Polsek Pajangan Gelar Vaksinasi Berhadiah Peralatan Masak Hingga Menginap di Hotel

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Sapi berusia setahun itu diketahui positif PMK awalnya karena memiliki gejala pincang. Lalu ketika dicek, sapi itu juga memiliki gejala sariawan atau lesi di mulut. Diduga sapi ini terpapar PMK dari sapi lainnya dalam satu kandang, yang baru 10 hari dibeli oleh pemiliknya.

Dalam satu kandang tersebut terdapat dua sapi. Sapi yang baru dibeli ini justru tidak menunjukkan gejala PMK apapun, tetapi dicurigai sebagai pembawa virus PMK.

Pasalnya, sapi ini didatangkan dari Kapanewon Sandeng, yang di wilayah sekitarnya terdapat sapi positif PMK. "Asalnya dari salah satu belantik yang ada di Sanden. Kemudian kami cek sapinya ga ada gejala. Uang ada gejala sapi yang satunya. Kami lakikan penanganan untuk yang bergejala dengan penyuntikan antibiotik, antipiretik dan vitamin," ungkapnya.

Meski nafsu makannya sudah bagus dan pincangnya berkurang, tetapi lesi di mulut sapi itu masih ada. Dia menyarankan kepada peternak untuk tetap menyemprot disinfektan dan rutin membersihkan bagian luka baik di kaki maupun mulut dengan asam sitrat.

"Kami juga berpesan untuk tidak menambah dulu ternak, jangan sampai ada ternak masuk lagi dan juga ternak yang sudah positif ini kami larang untuk dijual. Ternak yabg sudah sembuh sudah tidak ada gejalanya, tapi ternak itu masih mungkin membawa penyakit tersebut dalam beberapa bulan," katanya.

BACA JUGA: Hampir Seribu Ternak di Sleman Terpapar PMK

Advertisement

Puskeswan Sanden memiliki kewenangan untuk pemeriksaan di wilayah Sanden dan Srandakan. Beberapa kali pihaknya juga memeriksa ternak untuk kurban, namun sejauh ini belum ditemukan adanya kasus positif dari hewan kurban. "Yang kami periksa belum ada kasus PMK," kata dia.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, per 12 Juni, terdapat total sebanyak 876 kasus PMK dengan wilayah terbanyak Pleret mencapai 512 kasus. Sementara Srandakan satu kasus dan Sanden enam kasus.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dijual Segera, Kerangka Dinosourus Usia 150 Tahun untuk Ruang Tamu

News
| Senin, 26 September 2022, 18:27 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement