Advertisement

Sempat Tak Didukung Orang Tua, Grup Dance Mavroz Kini Terbang ke Korea

Triyo Handoko
Kamis, 04 Agustus 2022 - 08:37 WIB
Sirojul Khafid
Sempat Tak Didukung Orang Tua, Grup Dance Mavroz Kini Terbang ke Korea Saat Mavroz diumumkan sebagai pemenang pertama KCDF yang diselenggarakan KCCI di Jakarta, Minggu (31/7/2022). - Ist

Advertisement

Grup dance K-pop asal Jogja, Mavroz akan melawat ke negeri ginseng untuk ikut kompetisi tingkat internasional. Di balik kesuksesannya, ada banyak rintangan yang berhasil mereka lewati. Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Triyo Handoko.

Harianjogja.com, JOGJA—Dalam bahasa Yunani, warna hitam disebut mavros dan warna pink disebut roz. Perpaduan dua nama warna tersebut yang mengilhami Mustika Sekar Negari untuk menamai kelompok dancenya: Mavroz.

Hitam dan pink dalam bahasa Yunani tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Gadis berusia 19 tahun tersebut adalah penggemar Blackpink, grup vokal asal Korea Selatan. Bersama enam temannya, Mustika gemar meniru aksi panggung Blackpink.

“Awalnya kami satu sekolah pada 2019 di SMKI Yogyakarta. Terus iseng-iseng bikin kelompok dance ini buat mengisi waktu luang aja,” kata Mustika dengan riang.

Mavroz mulanya hanya mengcover Blackpink, tapi seiring waktu, berbagi grup vokal Korean-Pop (K-Pop) juga mereka jajal. Dance dari Everglow, Twice, hingga NMIX pernah ditiru oleh Mavroz. “Paling sulit mengcovernya itu NMIX, dari segi koreo maupun kostum sulit ditiru perlu usaha lebih daripada K-Pop lainnya,” tutur Mustika, Senin (1/8).

Sudah berusia empat tahun, anggota Mavroz masih tetap kompak. “Meskipun sudah kuliah di tempat yang beda-beda, kami masih tetap rutin latihan bareng,” kata Mustika.

BACA JUGA: Komunitas Ini Punya Cara Kenalkan Wayang dengan Cara yang Menyenangkan

Ia kuliah di ISI Yogyakarta bersama dua anggota Mavroz lain. Sedangkan empat anggota lain kuliah di berbagai kampus. “Ada di UGM dan UII lainnya,” ujarnya.

Mustika menyebut jadwal latihannya setiap Senin, Rabu, dan Kamis. “Tapi tidak sekaku itu, nanti tetap ada pembahasan di grup WhatsApp,” jelasnya.

Tempatnya latihan biasanya di Sleman City Hall atau Sanggar Senam 77 di Banguntapan, Bantul.

Advertisement

Lebih dari Grup Dance

Mavroz bagi Mustika adalah keluarga keduanya, lebih dari sekedar grup dance. “Kami itu sering curhat, jadi tempat berkeluh kesah, pertemanan kami lebih dari grup dance saja,” jelasnya dengan haru.

Meskipun sudah saling mengenal satu sama lain secara mendalam, lanjut Mustika, ada tantangan untuk saling menyatukan pendapat terkait strategi cover K-Pop. “Sebenarnya ini lucu juga sih, kami sering gontok-gontokan pendapat kalau ada project cover,” katanya sambil cekikikan.

Perbedaan pendapat paling sering terjadi ketika menyusun koreo. “Kan yang pertama kali kami lakukan saat cover K-pop kan mengamati koreo idolnya, nah dari mengamati saja bisa beda pendapat kami,” jelasnya.

Advertisement

Misalnya, gerakan tangan dalam satu detail koreo tersebut tingginya seberapa. Sambil mencontohkan, Mustika menunjuk tinggi pundaknya. “Ada yang menganggap sudut gerak tangannya 90 derajat, ada yang menilai lebih dari 90 derajat, kalau udah beda pendapat gitu agak pusing gimana menengahinya,” jelasnya sambil mengangkat bahunya tanda kebingungan.

Dinamika perbedaan pendapat tersebut, menurut Mustika, malah jadi nilai tambah. “Artinya kami bisa merencanakan cover yang lebih detail dan semirip mungkin dengan idol K-Pop,” ujarnya.

Tebayar dengan Prestasi

Ada beberapa anggota Mavroz yang awalnya tak mendapat dukungan orang tuanya untuk hobi dancenya tersebut. “Bentuk tidak didukungnya kayak engga boleh pergi rumah untuk latihan,” tutur Mustika.

Mustika sendiri pernah ditanyai orang tuanya, “Kamu kalau gitu (dance) terus nanti (masa depanmu) gimana?” katanya meniru orang tuanya.

Advertisement

BACA JUGA: Jalan Panjang Pernikahan Penghayat Kepercayaan

Mendengar pertanyaan tersebut, Mustika mencoba menjelaskan sebisanya. Tapi, namanya hobi yang disukai apapun tantangannya akan selalu coba untuk dilalui. “Kami buktikan ke orang tua, kalau hobi dance ini bisa mendapatkan prestasi,” celetuk Mustika.

Setelah dapat membuktikan prestasi tersebut, tak ada yang tidak didukung orang tuanya. Prestasi terbaru Mavroz adalah juara pertama K-Pop Cover Dance Festival (KCDF) yang diadakan Korean Cultural Center Indonesia (KCCI). “Sebenarnya kami tak menyangka jadi juara KCDF ini,” ujar Mustika.

Advertisement

Atas prestasinya tersebut, KCCI mengirim Mavroz untuk berkompetisi ke tingkat internasional di asal K-Pop tersebut. “Tentu kami senang sekali bisa ke Korea dan ikut kompetisi di sana, ini seperti mimpi kami,” kata Mustika dengan bangga.

Selain Mustika, enam anggota lain yang akan menuju negeri gingseng tersebut adalah Adinda Pinta Amelia, Divana Anjani, Herayuli Adinda Eka Putri, Vicki Melani, Maria Angelita Paskasiwi Pangastuti, dan Citra Ayu Yuliana. Mereka direncanakan akan berangkat September mendatang.

Kerja Tim Kuncinya

Di balik kesuksesan Mavroz, ada kontribsi juga dari manajernya, Bima Satrio Wicaksana. “Saya ini ya manajer, ya pelatih dancenya, ikut jadi tim rias juga, sampai bikin kostumnya,” jelasnya.

Bima jadi manajer Mavroz sejak dibentuknya grup dance ini. Kerja tim yang kompak dan solid, menurut Bima, jadi kunci keberhasilan Mavroz. “Prosesnya panjang, tidak tiba-tiba langsung bisa juara satu kayak kemarin,” ujarnya.

Advertisement

BACA JUGA: Panen Cabai di Atap Rumah? Pria Ini Punya Triknya

Di awal-awal, jelas Bima, Mavroz banyak ikut kometisi dance tapi baru dapat juara dua tahun terakhir. Bima yang juga teman sekolah Mustika di SMKI Yogyakarta ini tertarik bergabung karena suka dengan K-pop juga. “Seneng sama K-pop, terus dulu suka nongkrong sama mereka, diminta bantuan buat merias juga, kelanjutan sampai sekarang,” tuturnya.

Ada semangat dan persahabatan yang dipancarkan Mavroz yang membuat Bima betah menukangi grup dance ini. “Mereka juga menyenangkan sebagai teman, mungkin karena itu jadi mereka kompak dan solid,” ujarnya.

Meskipun banyak perbedaan pendapat, kata Bima, hal tersebut lumrah dalam grup dance. “Berkat perbedaan itu suasana dan semangatnya tetap hidup, jadi meskipun sudah empat tahun tetap ada saja hal-hal baru, jadi tetap harus dipertahankan” tandasnya. ([email protected])

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

212 Calon PMI Ilegal yang Gagal ke Kamboja Diduga Hendak Kerja untuk Judi Online

News
| Minggu, 14 Agustus 2022, 23:27 WIB

Advertisement

alt

Menikmati Pemandangan Tujuh Gunung dari Ngablak Magelang

Wisata
| Jum'at, 12 Agustus 2022, 13:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement