Advertisement

Program Health Security dari Australia Bakal Diterapkan di Kulonprogo

Catur Dwi Janati
Rabu, 31 Agustus 2022 - 09:37 WIB
Sirojul Khafid
Program Health Security dari Australia Bakal Diterapkan di Kulonprogo Pertemuan Pemkab Kulonprogo dan AIHSP di Kompleks Pemkab Kulonprogo, Selasa (30/8/2022). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo akan mengimplementasikan program keamanan kesehatan di sejumlah titik di Kulonprogo. Selain penguatan koordinasi lintas sektoral, kerja sama Pemkab Kulonprogo dengan program yang didukung oleh Pemerintah Australia ini juga akan berfokus pada pelatihan tenaga kesehatan di Puskesmas maupun Puskeswan.

Provincial Coordinator Yogyakarta AIHSP, Ferry Anggoro Suryokusumo, menerangkan keamanan kesehatan atau health security merujuk pada penguatan koordinasi lintas sektor untuk menyelesaikan berbagai problem kesehatan. Aspek kesehatan dalam health security tidak hanya mencakup kesehatan manusia saja, melainkan juga melingkupi aspek kesehatan hewan dan juga kesehatan lingkungan.

Dalam waktu dekat, AIHSP akan memilih dua kecamatan atau Kapanewon pilot di Kulonprogo yang akan mengimplementasikan sejumlah kegiatan keamanan kesehatan. "Kami tadi sepakat bahwa kita kepengin memilih dua kecamatan pilot untuk bisa dijadikan tempat aktivitas kami," ujarnya, Selasa (30/8/2022).

"Tapi isu yang paling urgent, memang yang sedang bergulir isu terkait dengan Covid-19, isu terkait dengan PMK dan juga antraks. Itu akan menjadi isu awal bagi kami akan melakukan beberapa kegiatan koordinasi di Kulonprogo mengawali dari seluruh kegiatan AISHP di Kabupaten Kulonprogo," tandasnya.

BACA JUGA: Investasi di Kulonprogo Terhambat Harga dan Luasan Lahan

Secara rinci, untuk mencapai keamanan kesehatan sejumlah kegiatan akan diinsiasi ke dua kecamatan proyek percontohan. Beberapa kegiatan tersebut berbentuk pelatihan yang menyasar berbagai sasaran.

"Bentuknya ada kegiatan koordinasi, ada pelatihan, pelatihan ini diperuntukkan untuk tenaga kesehatan bisa Puskemas, bisa Puskeswan, juga untuk aparatur pemerintah, staf dari birokrasi," tandasnya.

Dua kelompok atau batch pelatihan telah digelar oleh AIHSP yang diikuti sebelas perwakilan kabupaten maupun provinsi. "Sudah kami lakukan di bulan yang lalu, di bulan Juli 2022," ungkapnya.

Kulonprogo dipilih sebagai titik proyek percontohan keamanan kesehatan oleh AIHSP karena isu antraks yang ada di Kulonprogo dan Gunungkidul. Di samping itu Kulonprogo dan Gunungkidul dipilih lantaran lokasinya yang menjadi lalu lintas hewan ternak. 

"Selain itu, kebetulan dua lokasi ini, dua kabupaten pilihan kami adalah pintu masuk lalu lintas ternak dari provinsi yang lain. Itu adalah menjadi bagian dari pertimbangan kami kenapa kami memilih dua kabupaten ini untuk dipilih sebagai tempat lokasi percontohan AIHSP," tegasnya.

Advertisement

BACA JUGA: Dorong Percepatan Vaksin, Kulonprogo Hadirkan Petugas Vaksin ke Pelosok

Dijelaskan Ferry lebih lanjut, ketika lalu lintas ternak sakit bisa diselesaikan di lintas batas, maka lingkungan di dalamnya dapat terjaga dan bisa menjadi lebih baik. "Ketika kami bisa selesaikan di lintas batas, itu berarti kami akan menyelesaikan lingkungan secara lebih baik di kawasan-kawasan tertentu," jelasnya.

"Mana kala kami melakukan satu koordinasi yang kuat, lintas sektor tadi, sehingga masalah-masalah kesehatan itu akan mudah terselesaikan karena semua memiliki sense of belonging yang sama, mempunyai keinginan, komitmen yang sama untuk menyelesaikan masalah yang terjadi," terangnya.

Advertisement

Implementasi program keamanan kesehatan dinilai Ferry akan memperkuat koordinasi lintas sektor. Selain itu, keamanan kesehatan akan membuat awareness atau kepedulian masyarakat terhadap isu kesehetan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan akan semakin tinggi.

"Mereka semakin aware, semakin mudah mengadaptasi dan juga mengantisipasi mana kala terjadi sebuah kasus yang kaitannya dengan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan. Ini yang kami harapkan kedepannya," tandasnya.

Pj. Bupati Kulonprogo, Tri Saktiyana, menuturkan bila pada prinsipnya kesehatan merupakan masalah terpadu yang tidak hanya diselesaikan oleh Dinas Kesehatan tapi juga sinkronisasi koordinasi dengan dinas-dinas yang lain. "Kami menyatukan tiga hal, kesehatan dari manusia, kemudian binatang dan lingkungan, jadi segitu itu," tuturnya.

BACA JUGA: Kulonprogo Kembali Gelar Potensi Desa Wisata Menebar Pesona

Advertisement

Tri menambahkan kerja sama dengan AIHSP akan diawali dengan penentuan dua Kapanewon yang ditentukan sesuai kriteria. Rencananya, program ini akan berlangsung sampai tahun 2025 namun bisa diperpanjang hingga 2027.

"Ada delapan area tematik, mulai dari menyinkronisasi data informasi tentang kesehatan, baik itu kesehatan manusia, hewan, maupun lingkungan sampai dengan pembuatan pelayanan kesehatan. Termasuk juga nanti bagaimana meningkatkan sumber daya manusia," jelasnya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Airlangga Sampaikan Duka Mendalam

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 14:17 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement