21 Layanan dan Kondisi yang Tak Ditanggung BPJS Kesehatan 2026
BPJS Kesehatan tidak menanggung 21 kategori layanan dan kondisi pada 2026. Simak daftar lengkap serta pengecualiannya.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. /Ist-Pemda DIY.
Harianjogja.com, JOGJA — Pemda DIY memperoleh tiga penghargaan dalam Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Award.
Bagi Gubernur DIY Sri Sultan HB X, penghargaan itu sebagai refleksi ke depan untuk meningkatkan performa manajemen aparatur sipil negara.
Ketiga penghargaan yang diperoleh Pemda DIY tersebut masing-masing adalah Peringkat II Kategori Utama Implementasi Manajemen ASN Terbaik; Kategori Elemen Implementasi Manajemen ASN: Peringkat I Penilaian Kompetensi Pemerintah Provinsi Tipe Kecil; dan Peringkat II Kategori Perencanaan Kebutuhan dan Mutasi Kepegawaian untuk Pemerintah Provinsi Tipe Kecil.
“Momentum ini sungguh berarti dan membanggakan, karena BKN Award menjadi sebuah upakarti atas upakarya kinerja tata kelola ASN Pemda DIY. Kehormatan yang tersandang ini, dapat menjadi gereget sekaligus motivator dalam pengembangan dan tata kelola ASN di DIY,” kata Sultan di sela-sela menerima penghargaan dari BKN di kompleks Kepatihan, Selasa (6/9/2022).
BACA JUGA: Seni Berbagi dalam ARTJOG MMXXII - Arts in Common
Sultan menambahkan penghargaan itu memang patut disyukuri sekaligus dimaknai secara mendalam oleh seluruh elemen ASN di Pemda DIY. Sekaligus menjadi momentuk refleksi dan proyeksi ke depan terkait upaya manajemen ASN dan beragam lingkupnya.
“Mulai dari aspek pengadaan, proses bisnis kepegawaian, manajemen kinerja, penerapan Norma Standar Prosedur dan Kriteria [NSPK], sampai dengan pemanfaatan layanan digital ASN,” ucapnya.
Melalui penghargaan tersebut, kata Sultan, ASN harus meningkatkan kepekaan terhadap tantangan untuk membangun akuntabilitas sekaligus meningkatkan kecakapan dan kemampuan, mampu dan mau mendengarkan aspirasi yang membangun akuntabilitas dalam pelayanan.
“Bagi kami ini bukan akhir, tetapi penghargaan justru tantangan baru, bagi para ASN untuk lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Sri Sultan.
Wakil Kepala BKN, Supranawa Yusuf dalam kesempatan itu mengatakan penghargaan itu hanya stimulus dari BKN sebagai pembina. Tujuannya agar semua instansi atau organisasi perangkat daerah berlomba-lomba meningkatkan layanan kepada masyarakat.
Dia berharap, prestasi itu dapat ditingkatkan supaya ke depan bisa lebih baik lagi atau minimal mempertahankan prestasi yang ada. “Pemda DIY sudah cukup bagus dalam aspek pelayanan yang diberikan kepada pegawai termasuk menyesuaikan antara kebutuhan pegawai dengan SDM yang ada,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Kesehatan tidak menanggung 21 kategori layanan dan kondisi pada 2026. Simak daftar lengkap serta pengecualiannya.
BRI menggelar Gebyar Lelang Serentak Nusantara 2026 dengan menawarkan lebih dari 5.000 aset di seluruh Indonesia pada 1 Oktober–30 November 2026.
John Herdman membawa ranking FIFA Indonesia dari posisi 122 ke 117. Bagaimana progres Garuda dibanding era Kluivert dan Shin Tae-yong?
BRI Peduli melatih 500 volunteer mengelola sampah jelang MotoGP Mandalika 2026 untuk mendukung kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
Reservasi hotel di Jogja naik 5%-15% menjelang WJNC 2026. PHRI DIY menyebut okupansi 25%-40% dan berharap dampak wisatawan meluas.
7 mobil keluarga murah 2026 dengan kapasitas 7-8 penumpang. Harga mulai Rp144 jutaan, dari Sigra hingga Avanza.