UGG Gunungsewu Bersiap Revalidasi 2027, 8 Catatan Mulai Dibenahi
UGG Gunungsewu akan menjalani revalidasi 2027. Pemkab Gunungkidul mulai memperbaiki catatan evaluasi 2023 dan menyiapkan dokumen.
Ilustrasi uang rupiah/Reuters
Harianjogja.com, Gunungkidul – Himpunan Pendidik dan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Gunungkidul meminta kepada bupati agar kesejahteraan para guru bisa ditingkatkan. Pasalnya hingga sekarang honor yang diterima masih jauh dari sejahtera.
Ketua Himpaudi Gunungkidul, Sumarsini mengatakan, kesejahteraan guru paud masih butuh perhatian serius. Pasalnya, hingga sekarang jauh dari sejahtera karena honor yang diterima setiap bulannya belum memenuhi standar hidup layak.
Dia menjelaskan, pendidik paud sebanyak 1.640 orang yang tersebar di 18 kapanewon. Hingga sekarang baru ada 553 pendidik yang mendapatkan insentif dari pemkab sebesar Rp100.000 per bulan.
“Masih banyak yang belum menerima. Sedangkan yang sudah menerima jumlahnya juga masih sangat kecil setiap bulannya,” kata Sumarsini kepada wartawan, Kamis (22/9/2022).
Dia berharap kesejahteraan guru paud bisa terus ditingkatkan. Hal ini tak lepas dari tugas yang dimiliki dalam upaya mencerdaskan anak bangsa.
Baca juga: Komitmen Perhatikan Guru PAUD, Askrindo Adakan Award Apresiasi Guru PAUD Seluruh Indonesia
Menurutnya, pendidikan anak di usia dini mempunyai peran penting dalam membentuk karakter anak hingga umur enam tahun. Paud menjadi stimulant rancangan pendidikan jasmani rohani agar siap menerima pendidikan lanjutan berjenjang dari SD hingga perguruan tinggi.
Selain itu, Himpaudi juga memfasilitasi tumbuh kembang anak dengan layanan holistic integratif yang meliputi kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan anak hingga kesejahteraan.
“Harapannya ada upaya untuk meningkatkan kesejahteraan guru paud,” katanya.
Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mengatakan, kesejahteraan guru secara umum juga masih menjadi masalah yang harus dipecahkan. Untuk guru paud, ia tidak menampik ada peran dari kalurahan dalam upaya pemberian honor.
Meski demikian, sambung dia, jumlah yang diberikan juga masih jauh dari kelayakan. “Rata-rata yang diberikan hanya Rp100.000 per bulan. Jadi, dengan nominal itu masih belum layak sehingga menjadi tugas bersama agar kesejahteraan bisa ditingkatkan,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengaku berterimakasih atas aspirasi dari Himpaudi Gunungkidul berkaitan dengan masalah kesejahteraan. Meski demikian, untuk mewujudkannya juga membutuhkan perjuangan karena keterbatasan anggaran yang dimiliki pemkab.
“Kita berdoa bersama dan bahu-membahu semoga pendapatan asli daerah [PAD] bisa ditingkatkan agar intervensi di bidang pendidikan [khususnya masalah kesejahteraan] bisa diwujudkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGG Gunungsewu akan menjalani revalidasi 2027. Pemkab Gunungkidul mulai memperbaiki catatan evaluasi 2023 dan menyiapkan dokumen.
BTS mencetak sejarah lewat tur dunia ARIRANG dengan pendapatan Rp7,7 triliun dari 38 konser. Jakarta dijadwalkan menjadi salah satu kota tujuan pada Desember 20
Perodua QV-E disebut berpeluang menjadi basis mobil listrik Daihatsu. Jika terwujud, Indonesia bisa menjadi salah satu pasar utama kendaraan listrik hasil kolab
Pelajari 7 cara menghapus jejak digital di internet, mulai dari membersihkan riwayat pencarian hingga membatasi pelacakan aplikasi demi menjaga privasi dan keam
31 Agustus diperingati sebagai hari apa saja? Simak daftar peringatan 31 Agustus, mulai dari Hari Kemerdekaan Malaysia hingga Hari Kesadaran Overdosis.
BMW Group mencetak sejarah dengan penjualan mobil listrik murni mencapai 2 juta unit global. BMW iX3 menjadi motor utama pertumbuhan kendaraan listrik terbaru.