Road Rage Meningkat, Tekanan Ekonomi Bikin Pengendara Mudah Emosi?
Perselisihan antarpengendara, aksi main hakim sendiri hingga perusakan kendaraan akibat luapan emosi semakin sering terlihat di jalan raya maupun media sosial.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Tindakan pencabulan yang dilakukan oleh seorang pimpinan Panti Asuhan Kulonprogo terhadap anak asuhnya menimbulkan keprihatinan banyak pihak, terlebih tindakan bejat itu diduga dilakukan pelaku selama dua tahun.
DPW Perindo DIY meminta pemerintah untuk meningkatkan pengawasan terhadap panti asuhan dan siap memberikan pendampingan terhadap korban.
Ketua DPW Perindo DIY, Yuni Astuti angkat bicara dalam merespons kasus ini dengan mengeluarkan rilis resminya pada Minggu (9/10/2022).
Dia mengatakan kasus tersebut harus dikawal hingga tuntas dan pelaku yang merupakan seorang pimpinan panti asuhan harus diberikan hukuman yang setimpal. Menurutnya tindakan tak terpuji itu sudah sepatutnya untuk dikutuk, seorang pimpinan panti asuhan seharusnya menjadi pelindung bagi anak-anak namun justru menyalahgunakan tanggungjawab.
“Saya mengutuk keras dan mengecam pelecehan seksual tersebut apalagi kasus itu pelakunya adalah pimpinan panti asuhan,” kata Yuni dalam rilis tertulis yang diterima, Minggu (9/10/2022) petang.
Sebelumnya Polres Kulonprogo menyatakan adanya laporan dugaan pencabulan yang dilakukan salah satu pimpinan panti asuhan dengan korban anak asuh yang masih di bawah umur. Pelaku pencabulan pria berinisial MT, 46, kini telah ditangkap.
Dia mengaku siap memberikan pendampingan hukum dan psikologis kepada korban dan akan mengawal kasus itu hingga tuntas. Jika masih ada korban lain yang tidak berani melapor, dia siap memberikan pendampingan.
Mengingat seringkali ada ketimpangan relasi kuasa antara pelaku dengan korbannya sehingga korban biasanya tidak berani melapor. Hal inilah yang menimbulkan kasus pencabulan itu berlanjut hingga nyaris dua tahun.
“Termasuk jika ada korban lainnya yang belum berani melapor, saya siap mendampingi. Jangan takut melapor. Saya berharap pelaku mendapatkan hukuman yang maksimal," katanya.
BACA JUGA: BREAKING NEWS: Pimpinan Panti Asuhan Diduga Cabuli Anak Asuhnya sejak 2020
Yuni menduga pelecehan itu terjadi karena panti asuhan saat ini tergolong minim pengawasan. Sehingga ada pihak yang menyalahgunakan tanggungjawab dengan melakukan tindakan tak terpuji bahkan berdasarkan laporan kepolisian hal itu terjadi sejak 2020.
Oleh karena itu ia meminta kepada pihak terkait akan melakukan pengawasan terhadap panti asuhan agar kasus serupa maupun kasus lain di panti asuhan tidak terjadi lagi.
“Kami minta pemerintah untuk melakukan pendataan panti asuhan dan melakukan pemantauan di sana secara rutin, agar terpantau jika ada kasus. Dengan adanya kasus ini harus serius melakukan pengecekan pada panti asuhan-panti asuhan lain,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perselisihan antarpengendara, aksi main hakim sendiri hingga perusakan kendaraan akibat luapan emosi semakin sering terlihat di jalan raya maupun media sosial.
Media Vietnam menyarankan Malaysia meniru strategi Singapura untuk mengejar ketertinggalan dari Vietnam pada semifinal Piala AFF 2026.
BMKG mencatat 2.768 gempa susulan pascagempa M7,7 di Flores, NTT hingga Rabu (19/8/2026). Aktivitas seismik masih fluktuatif dan butuh waktu stabil.
Komisi D DPRD Jogja mendesak kejelasan mekanisme dan penganggaran Posyandu usai aturan Kemendagri terkait enam SPM memicu kebingungan daerah.
Sleman City Hall (SCH) menghadirkan rangkaian program dan aktivitas sepanjang Agustus 2026 melalui tema “YouthNited Nation”
Bareskrim Polri mengungkap kasus TPKS oleh pelatih panjat tebing HB terhadap lima atlet putri. Tersangka dijerat UU TPKS dan terancam pidana tambahan