Advertisement

Dinkes Jogja Cegah Stunting Lewat Gerakan Aksi Bergizi

Yosef Leon
Kamis, 27 Oktober 2022 - 22:47 WIB
Budi Cahyana
Dinkes Jogja Cegah Stunting Lewat Gerakan Aksi Bergizi Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mendukung gerakan nasional aksi bergizi guna mencegah stunting, terutama pencegahan stunting sejak dini dari remaja putri. Gerakan aksi bergizi itu bertujuan untuk meningkatkan literasi terkait konsumsi gizi seimbang dan pentingnya mengonsumsi tablet penambah darah.

Sekretaris Dinkes Kota Jogja Trisni Winarsih mengatakan gerakan nasional aksi bergizi dilaksanakan di SMP Negeri 8 dan SMP Stella Duce 2. Kegiatan diisi dengan senam bersama, sarapan, minum tablet penambah darah, serta mengisi aplikasi Cegah Anemia Remaja Indonesia (Ceria) dari Kementerian Kesehatan dan flashmob.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Kegiatan ini untuk meningkatkan literasi warga sekolah tentang pentingnya tablet tambah darah, olahraga, aktivitas fisik dan konsumsi gizi seimbang. Termasuk meningkatkan komitmen sekolah untuk melaksanakan kegiatan aksi bergizi secara rutin,” katanya, Kamis (27/10/2022). 

Dia menyebut hasil penelitian Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa 26,8 persen anak usia 5-14 tahun dan 32 persen remaja usia 15-24 tahun mengalami anemia. Anemia erat terkait dengan masalah kesehatan di antaranya stunting. Untuk itu kehadiran gerakan nasional aksi bergizi diharapkan dapat menekan angka stunting sejak dini. 

BACA JUGA: Jadwal Pembuangan ke Piyungan Berubah, Sampah di Jogja Menumpuk

Plt Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Jogja, Riska Novriana mengatakan, aksi bergizi adalah salah satu kegiatan preventif stunting dimulai dari remaja. Menjamin remaja untuk tetap sehat, tanpa anemia dan menjadi remaja cerdas dan siap untuk melakukan reproduksi ketika pada saatnya. Komponen dalam gerakan aksi bergizi yakni literasi terkait gizi sehat, perilaku hidup bersih dan sehat, konsumsi tablet tambah darah secara rutin.

"Dukungan dalam kegiatan ini dengan sosialisasi secara bersama-sama, memantau dan memberikan tablet tambah darah. Bagaimana remaja putri minum setiap minggu satu tablet tambah darah. Penanggung jawab utama pihak sekolah dalam hal ini guru dengan tablet tambah darah dari Pemkot,” terang Riska.

Menurutnya saat ini banyak remaja putri yang menghindari makan banyak, tapi justru makan junk food dan menghindari sayur dan buah. Hal itu membuat kondisi tubuh kekurangan gizi yang dibutuhkan. Oleh sebab itu gerakan aksi bergizi itu menjadi bagian dari mengajak, melakukan dan masuk ke dalam perubahan perilaku para remaja agar sehat dan mencegah stunting.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dubes AS Kritik KUHP Soal Zina: Bisa Pengaruhi Hubungan RI-AS

News
| Kamis, 08 Desember 2022, 04:27 WIB

Advertisement

alt

Jalan Layang Paling Membingungkan di Dunia, Perlu 10 Menit Keluar Kalau Salah Jalur

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement