Mantri Bank di Bantul Korupsi Rp711 Juta, Ini Modusnya
Mantri bank di Bantul ditangkap polisi usai korupsi Rp711 juta lewat kredit fiktif dan penyalahgunaan identitas nasabah.
Sejumlah produk hasil olahan bank sampah yang ditampilkan dalam galeri produk bank sampah di kantor DLH Kota Jogja, Senin (31/10/2022)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA - Pemkot Jogja meluncurkan layanan klinik bank sampah guna menghidupkan kembali bank sampah yang tidak aktif di sejumlah RW atau kelurahan. Dari 565 bank sampah yang tercatat telah dibentuk di wilayah setempat 180 di antaranya dinyatakan mati suri atau hanya berpelang nama tanpa adanya aktivitas organisasi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Sugeng Darmanto mengatakan, layanan klinik bank sampah nantinya akan mendata dan mendeteksi bank sampah yang tidak lagi aktif untuk kembali dihidupkan.
Biasanya setiap pergantian pengurus RW atau bank sampah, fenomena yang muncul kemudian diikuti dengan tidak lagi aktifnya bank sampah.
"Layanannya ya berupa pengaktifan kembali bank sampah yang mati suri mulai dari tingkat kelurahan dan mereka bisa membangkitkan, tetapi kalau belum bisa ya di kecamatan menyehatkan, kalau belum bisa lagi ya dibawa ke DLH dan kami beri perlakuan," ujarnya saat meluncurkan klinik dan galeri bank sampah di kantor DLH Jogja, Senin (31/10/2022).
BACA JUGA: BREAKING NEWS: Bos Summarecon Agung Penyuap Haryadi Suyuti Divonis 3 Tahun Penjara
Sugeng menyatakan, klinik bank sampah ini nantinya juga mengoordinasi penggunaan dana pengelolaan sampah senilai Rp15 juta per kelurahan yang rencananya akan digelontorkan mulai tahun depan.
Kelurahan atau bank sampah didorong agar menggunakan dana itu untuk membekali anggotanya dengan program pemberdayaan yang berujung pada inovasi pengolahan sampah.
"Kami punya 565 bank sampah tetapi 180-nya cuma ada papan nama saja, dan aktivitasnya sudah tidak kelihatan, jadi dana sampah per kelurahan itu juga ke depan kita dorong agar jangan digunakan untuk belanja modal, tapi untuk pemberdayaan," katanya.
Ketua Forum Bank Sampah kota Jogja, Aman Yuriadijaya menyebut isu persampahan masih menjadi fokus pemerintah dalam penanganannya.
Oleh karena itu peran bank sampah sangat dibutuhkan dalam meminimalkan sampah yang dibuang ke TPST Piyungan. Tugas bank sampah ke depan adalah pengurangan sementara DLH akan fokus pada penanganan.
"Makanya kami akan optimalkan lagi agar keanggotaan bank sampah ini terus meluas. Sekarang bank sampah sudah ada di 565 RW dari jumlah RW di Jogja ada sebanyak 614, artinya tinggal sedikit lagi jumlah bank sampah kita sudah mencapai puncak," katanya.
Hanya saja, Aman menilai peningkatan jumlah anggota dan bank sampah yang terbentuk juga harus sejalan dengan adanya program pemilahan sampah agar pengurangan sampah efektif. Peran klinik bank sampah akan dibutuhkan dalam proses ini agar pengawasan terhadap aktivitas bank sampah dan juga persoalan yang dihadapi bisa diatasi dengan optimal.
"Dengan adanya klinik bank sampah ini harapan kami akan menjadi media yang cukup positif untuk kemudian menggerakkan agar yang tidak sehat ini menjadi sehat maka kehadiran klinik yang simbolisasinya ada di tempat ini adalah bagian penting untuk pengembangan kelembagaan bank sampah," ucap Aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mantri bank di Bantul ditangkap polisi usai korupsi Rp711 juta lewat kredit fiktif dan penyalahgunaan identitas nasabah.
Sebanyak 20% SD Negeri di Sleman belum memenuhi kuota rombel SPMB 2026. Disdik memperkuat pendidikan agama dan mengkaji opsi regrouping sekolah.
Refleksi Yogya Kembali mengajak masyarakat meneladani nilai perjuangan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan generasi muda DIY.
Harga sawi sempat anjlok hingga Rp500 per kg. KWT Sehati Magelang mengolahnya menjadi keripik Kraukk! bernilai jual lebih tinggi.
Disdikpora Kota Jogja memperkuat pembinaan Pemuda Pelopor dan program YES BOSS untuk mencetak generasi muda inovatif dan berdaya saing.
Ekonom UMY menilai antrean Pertalite usai kenaikan harga Pertamax menunjukkan setiap masyarakat memiliki nilai ekonomi waktu yang berbeda.