Kali Oya di Semin Mengering Akibat Kemarau Panjang, Warga Hanya Temukan Hamparan Pasir
Kemarau panjang membuat sejumlah titik Kali Oya di Semin Gunungkidul mengering. Debit air menyusut drastis hingga hanya menyisakan pasir dan batuan.
Kondisi Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Blembem di Kalurahan Candirejo, Semin, Gunungkidul, Kamis (17/11/2022) / Harian Jogja- David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Pasca-ambruknya atap ruang kelas 2 di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Blembem, bangunan di sekolah tersebut bakal diperbaiki secara menyeluruh.
BACA JUGA : Atap MIM Blembem Ambruk, Satu Siswa Alami Luka Ringan
Hal ini disampaikan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Muhammadiyah Gunungkidul, Tamsir, Jumat (18/11/2022).
Menurutnya, sudah dilakukan peninjauan ke lokasi sekolah dan kesepakatannya akan dilaksanakan rehabilitasi secara menyeluruh.
“Jadi tidak hanya di ruang kelas yang ambruk, tapi menyeluruh,” katanya.
Ia menjelaskan, tindak lanjut dari kebijakan rehabilitasi total ini, sekolah diminta membuat proposal perbaikan. Permohonan tersebut diajukan sebagai sarana untuk pembiayaan dalam pembangunan.
“Tentunya ada kajian. Mana yang masih bisa dipakai atau tidak,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu alasan MIM Blembem bakal direnovasi total karena bangunan sekolah belum dilakukan perbaikan sejak dibangun pada 1984 silam. Sehingga adanya peristiwa atap runtuh memperkuat untuk melaksanakan program rehabilitasi.
Meski demikian, Tamsir belum bisa memastikan kapan waktu perbaikan akan dimulai. Untuk sekarang, sambung dia, masih dalam tahap koordinasi guna meralisasikan program tersebut.
“Sementara waktu diliburkan. Tapi, nanti juga ada penyiapan sekolah darurat,” katanya.
Kepala MIM Blembem, Subardi mengatakan untuk kelanjutan belajar mengajar di kelas yang ambruk sudah koordinasi dengan Pemerintah Kalurahan Candirejo. Koordinasi dilakukan guna meminta izin menggunakan bekas gedung SD Negeri Candirejo 2 yang telah digabung ke sekolah lain.
“Kebetulan sudah tidak terpakai. Jadi, ingin kami gunakan untuk pembelajaran sementara bagi kelas 2,3 dan 4,” katanya.
Menurut dia, pasca-ambruknya bangunan, para siswa diliburkan karena kebetulan bersamaan dengan Milad Muhammadiyah. Rencananya proses pembelajaran baru dimulai kembali pada Senin (21/11/2022).
“Diliburkan dan anak-anak diminta belajar di rumah,” katanya.
Subardi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ambruknya atap sekolah pada Kamis (17/11/2022) sekitar pukul 07.30 WIB. Meski demikian, ia tidak menampik ada satu siswa yang sempat terjebak, namun kondisinya hanya mengalami luka ringan.
“Semua selamat karena begitu kejadian langsung ada upaya evakuasi,” katanya.
Menurut dia, peristiwa ambruknya atap sekolah terjadi karena kayu peyangga sudah lapuk. Terlebih lagi sejak dibangun pertama kali di 1984, hingga sekarang belum ada perbaikan.
“Untungnya tiang penyangga yang satunya masih di atas sehingga posisinya miring dan tidak ambruk secara keseluruhan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang membuat sejumlah titik Kali Oya di Semin Gunungkidul mengering. Debit air menyusut drastis hingga hanya menyisakan pasir dan batuan.
Veda Ega Pratama menjalani Q1 Moto3 Aragon 2026 pada Sabtu sore. Pebalap asal Gunungkidul wajib masuk empat besar untuk lolos ke Q2 dan memperbaiki posisi start
Jepang resmi memasuki musim flu 2026 lebih awal. Sebanyak 4.094 kasus terdeteksi dalam sepekan, menjadikannya awal musim flu tercepat kedua sejak 1999.
Komdigi menjembatani Yogi dengan Telkomsat dan Starlink agar penyediaan internet di Mentawai dapat dilakukan secara legal dan berizin.
Truk dump kecelakaan di Jalan Magelang Sleman, Sabtu pagi. Sopir dan penumpang luka setelah truk menabrak tiang telepon dan masuk parit.
Akademisi mendorong RPPLH DIY 2026–2056 terintegrasi dengan tata ruang, pembangunan, penganggaran, dan program lingkungan.