Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Penampakan tanah longsor di Dusun Blembem, Candirejo, Semin, Gunungkidul, dari kejauhan, Sabtu (19/11/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Pemerintah Kalurahan Candirejo, Semin mendukung rencana relokasi warga terdampak tanah longsor di Dusun Blembem. Meski demikian, untuk pelaksanaan diserahkan sepenuhnya ke Pemkab Gunungkidul.
Lurah Candirejo, Agus Supriyadi mengaku sudah mendengar wacana relokasi karena muncul saat kunjungan Menteri Sosial, Tri Rismaharini.
Menurut dia, kalurahan tidak mempermasalahkan karena lokasi yang ditinggali warga masih rawan longsor. “Kami manut dan tinggal tunggu keputusan pasti dari Pemkab,” kata Agus kepada wartawan, Kamis (24/11/2022).
Untuk melaksanakan program ini, pihaknya siap menyurvei area relokasi. Salah satu poin penting tempat tinggal baru harus dipastikan benar-benar aman dari ancaman tanah longsor. “Nanti dicari di mana tepatnya lokasi yang benar-benar aman,” katanya.
Jogoboyo Kalurahan Candirejo, Sri Hartono mengatakan tiga keluarga yang benar-benar terdampak longsor dikarenakan rumahnya tertimbun material tanah dari bukit di kawasan tersebut. Dia menilai relokasi jadi pilihan yang tepat, namun diharapkan lokasi masih berada di satu wilayah.
Menurut dia, dua korban tertimbun longsor sudah diketemukan. Meski demikian, warga juga masih was-was akan adanya longsor susulan. “Mudah-mudahan tidak terjadi lagi, tapi warga harus tetap mewaspadainya,” katanya.
BACA JUGA: Vaksin Indovak Belum Terdistribusi di Gunungkidul
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan setidaknya ada enam rumah warga di Dusun Blembem yang butuh direlokasi.
Meski demikian, untuk lokasi masih belum ditentukan. Selain itu, rencana pembangunan baru diagendakan di awal 2023 mendatang. “Masih di bawah tentang skema pembagunannya,” katanya.
Diberitakan, pada Sabtu (19/11/2022) terjadi longsor yang mengakibatkan sejumlah rumah milik warga rata dengan tanah. Selain itu, juga ada dua warga yang tertimbun, yakni Karso, 90, dan Karni, 54. Keduanya merupakan ibu dan anak yang tinggal dalam satu rumah.
Keduanya berhasil ditemukan pada hari keempat pencarian atau tepatnya Selasa (22/11/2022) sore sehingga operasi pencarian dihentikan. “Begitu ketemu alat berat yang digunakan mencari juga langsung ditarik. Operasi pencarian juga langsung dihentikan,” kata Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.