Advertisement

Kampanyekan Bawang Putih Lokal Gunungkidul, Bupati Nyambal di Cobek Raksasa

David Kurniawan
Jum'at, 02 Desember 2022 - 17:27 WIB
Bhekti Suryani
Kampanyekan Bawang Putih Lokal Gunungkidul, Bupati Nyambal di Cobek Raksasa Bupati Gunungkidul, Sunaryanta (kaos putih) pada saat menguleg sambal memakai cobek raksasa dalam kegiatan pemecehan rekor Muri Nguleg Sambal Bawang Putih Nusantara di aula Kantor Dinas Pertanian dan Pangan pada Jumat (2/12/2022) - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Bupati Gunungkidul Sunaryanta bersama dengan pegawai di Dinas Pertanian dan Pangan mengikuti kegiatan pemecahan rekor Muri Uleg Sambal Bawang Putih Nusantara, Jumat (2/12/2022). Kegiatan ini juga sebagai sarana untuk menggalakkan kembali penanaman bawang putih varietas lokas jenis Lumbu Putih Handayani yang mulai ditinggalkan petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, pemecahan rekor Muri Uleg Sambal Bawang Putih Nusantara merupakan program dari Kementerian Pertanian. Total yang mengikuti kegiatan ini lebih dari 7.000 peserta di seluruh Indonesia.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Meski demikian, ia memastikan tidak semua mengikuti karena program dikhususkan bagi daerah yang memiliki budidaya bawang putih lokal. “Gunungkidul termasuk karena memiliki varietas Lumbu Putih Handayani,” kata Rismiyadi kepada wartawan, Jumat siang.

Dia menjelaskan, untuk peserta di Gunungkidul ada 200 peserta. Adapun di antaranya Bupati Gunungkidul, Sunaryanta dan Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih ikut berpartisipasi untuk menguleg secara bersama-sama.

BACA JUGA: Target PAD Pariwisata Bantul Tahun Ini Dipastikan Gagal Dicapai, Begini Dalih Dispar

Menurut Rismiyadi, pengulegan menggunakan cobek raksasa dengan diameter satu meter. Adapun bawang putih yang digunakan merupakan varietas lokal Gunungkidul, Lumbu Putih Handayani.

“Bawang putihnya disediakan 10 kilogram. Sedangkan cabainya lebih banyak lagi,” katanya.

Dia menambahkan, penggunaan bawang putih varietas lokal juga sebagai kampanye untuk membudidayakan tanaman asli di Gunungkidul. Rismiyadi tidak menampik, Lumbu Putih Handayani sempat jadi primadona, tapi sekarang para petani kurang tertarik menanam varietas jenih ini.

“Makanya  dalam pemecahan rekor Muri, juga sekaligus mengkampanyekan budidaya bawang putih lokal Gunungkidul,” katanya.

Disinggung mengenai luas tanam bawang lumbu putih Handayani, ia mengakui bahwa luasan hanya kisaran dua hektare di tahun ini. “Memang masih minim. Makanya, kami kampanyekan untuk penanaman jenis lokal agar tidak punah dan tetap ada di tengah-tengah masyarakat,” katanya.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyambut baik pemecahan rekor muri untuk uleg sambal bawang putih nusantara. Diharapkan kegiatan ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan hasil produktivitas pertanian di Gunungkidul.

“Kalau hasilnya meningkat, maka upaya menyejahterakan petani bisa diwujudkan,” katanya.

Terkait dengan budidaya Bawang Putih Lumbu Handayangi, Sunaryanta mendukung penuh karena varietas ini merupakan asli di Gunungkidul. “Ya kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikannya,” kata Sunaryanta.

Menurut dia, sektor pertanian harus terus diperkuat karena masih menyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar di Gunungkidul. “Akan terus dikembangkan dan mudah-mudahan ancaman resesi tida berdampak di Gunungkidul,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Duh, Konsumsi Pemerintah Jadi Ganjalan Pertumbuhan Ekonomi di 2022

News
| Senin, 06 Februari 2023, 16:07 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement