Sharp Borong Tiga Penghargaan JBBA dan SBBI 2026
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL — Peluang usaha peternakan kambing dan domba masih sangat terbuka lebar di Bantul. Pasalnya, banyak kuliner khas berbahan daging kambing di Bumi Projotamansari, tetapi nyatanya daging itu masih dipasok dari luar daerah.
Untuk itu, Pemkab Bantul pun akan menjalin kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI untuk menggenjot peternakan domba di Bantul, tepatnya di Selopamioro, Imogiri.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan setiap hari Bantul membutuhkan pasokan kambing dan domba mencapai 700 ekor untuk memenuhi kebutuhan usaha kuliner.
Namun, dari jumlah tersebut para peternak domba dan kambing di Bantul hanya bisa memenuhi lima persennya sehingga sisanya harus didatangkan dari luar Bantul.
“Kami ini punya 75 penjual satai di sentra satai klatak Jejeran, belum yang di luar sentra satai klatak sehingga butuh pasokan domba dalam jumlah cukup banyak. Selain untuk satai juga ada kebutuhan lain,” katanya seusai menemui pimpinan Baznas RI di Parasamya, kompleks Pemkab Bantul Kamis (8/12/2022).
BACA JUGA: Meski Cuaca Hujan, Program Padat Karya di Bantul Berjalan Lancar
Halim mengatakan dari 700 ekor kebutuhan kambing dan domba untuk usaha kuliner 95% masih didatangkan dari luar daerah, sehingga dari Bantul hanya memasok 5%.
Oleh karena itu, dengan terbuka pasar domba tersebut maka Bantul saat sangat membutuhkan investor yang untuk breeding atau pembibitan domba yang mampu melahirkan domba setidaknya 700 ekor per hari.
Peran investor pun diperlukan untuk industri ini, termasuk bantuan dari pemerintah maupun kredit bank. “Dari investasi breeding ini, anakan domba itu kemudian disebar ke masyarakat sebagai plasma usaha penggemukan. Nanti penjual satai yang menjadi obstakernya, yang menyerapnya. Tidak perlu lagi mendatangkan dari luar,” ujarnya.
Konsep ekosistem inilah yang ia tawarkan ke Baznas. Halim berharap Baznas RI bisa berkontribusi dalam program ini sehingga dapat membantu mengatasi kemiskinan ekstrem di Bantul.
Muh Faruq Abdilah dari Direktorat Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR Baznas RI, mengatakan pada pertengahan tahun lalu pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan Bupati Bantul untuk menentukan titik mana yang akan dibangun lokasi budi daya domba. Rencananya lokasi yang akan dijadikan pilot project adalah Kalurahan Selopamioro.
Baznas RI sudah berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul untuk membangun integrated farming system, yang terdiri dari peternakan dan penggemukan domba atau kambing yang akan memenuhi kebutuhan usaha kuliner daging kambing dan domba.
Selain itu, program ini juga akan didukung oleh PT. Berdikari (Persero) yang merupakan BUMN yang bergerak di bidang peternakan. Nantinya ada sekitar 100 ekor indukan dan 200 ekor bakalan yang akan diputar setiap harinya. “Kami sudah survei ada 500 meter untuk kandang dan satu hektare untuk hijauan. Nantinya bibit hijauan dari DKPP, kemudian ada inseminasi buatan dari DKPP. PT Berdikari akan intervensi di domba dan penjualan. Sementara Baznas di bagian indukan, kandang dan sebagainya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
Hari Jadi ke-75 Kulonprogo resmi dimulai. Bupati Agung Setyawan mendorong akselerasi pembangunan, investasi, ruang publik, dan ekonomi warga.
China siap mengambil alih keketuaan BRICS pada 2027. Xi Jinping mengajukan empat usulan untuk memperkuat kerja sama Selatan Global.
Basarnas mencari tujuh pendaki yang terjebak di Pos 3 Gunung Nokilalaki, Sigi, Sulteng, setelah kehabisan logistik makanan.
India dan China sepakat mengupayakan penyelesaian sengketa perbatasan serta menjaga perdamaian dan ketenangan di kawasan Himalaya.
Basarnas memusatkan pencarian jurnalis hilang di Sektor X selatan Gunung Anak Krakatau dengan area pencarian mencapai 6.024 NM persegi.