Debit Sumber Air Menyusut, Droping Air Gunungkidul Melambat
Debit sumber air menyusut akibat kemarau panjang, penyaluran air bersih di Gunungkidul melambat. BPBD telah menyalurkan ribuan tangki air.
Aktivitas kendaraan bermotor di Bundaran Siyono di Kalurahan Logandeng, Playen, Gunungkidul./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, Gunungkidul — Penataan wajah kota di Kabupaten Gunungkidul akan dilanjutkan di tahun depan. Guna memuluskan program ini, pemkab sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp14 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan penataan wajah kota diawali pembangunan dari Bundaran Siyono di Kalurahan Logandeng, Playen pada tahun ini.
Rencananya penataan dilakukan hingga jalan di kawasan Baleharjo, Kapanewon Wonosari.
Menurut dia, penataan tahap pertama sudah selesai. Selain adanya pembuatan jalur pedestrian yang dilengkapi lampu high mast, juga ada pembangunan Tugu Gobong Gamping di Bundaran Siyono. “Penataan masih berlanjut dan dilaksanakan di 2023,” kata Irawan, Kamis (29/12/2022).
BACA JUGA: Banyak Petani Enggan Menanam Kedelai, Ini Alasannya..
Dia menjelaskan, untuk melanjutkan penataan sudah dialokasikan anggaran sebesar Rp14 miliar. Jumlah ini lebih besar ketimbang pagu yang dianggarkan di 2022 sekitar Rp7,6 miliar.
“Melanjutkan yang sudah selesai. Harapannya bisa sampai Baleharjo, tapi kalau tidak yang akan dilanjutkan di 2024,” kata mantan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu ini.
Disinggung mengenai pembangunan yang tak menggunakan skema multiyears, Irawan mengakui pelaksanaan sudah menggunakan tahun tunggal sehingga tidak bisa diubah.
Oleh karena itu, pelaksanaan di tahun depan juga harus dilakukan lelang kembali seperti pada saat persiapan pelaksanaan pembangunan di tahap pertama.
“Kalau dengan skema tahun tunggal, maka harus lelang terus setiap tahunnya. Beda kalau dengan multiyears, maka sekali lelang akan dikerjakan sampai selesai,” kata dia.
Kepala Bidang Bina Marga, DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, penataan tahap I di kawasan Bundaran Siyono sempat ada adendum atau perjanjian ulang kontrak.
Kebijakan dilakukan karena adanya perubahan desain bangunan tugu yang lebih tinggi dibandingkan perencanaan awal. Walhasil, perubahan tersebut juga berpengaruh terhadap biaya karena ada penambahan sebanyak 10% dari nilai kontrak.
“Waktu pengerjaan juga bertambah, yang seharusnya selesai 27 Desember menjadi 29 Desember 2022. Adendum ditandatangani pada 12 Desember 2022,” kata dia.
Menurut dia, hingga Kamis siang masih dalam proses pengerjaan. Adapun pengerjaan tinggal merapikan saja sehingga proyek dipastikan dapat selesai tepat waktu. “Hanya merapikan dan tenggatnya hingga 29 Desember pukul 23.59 WIB dan pasti bisa terselesaikan semua,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Debit sumber air menyusut akibat kemarau panjang, penyaluran air bersih di Gunungkidul melambat. BPBD telah menyalurkan ribuan tangki air.
Polda Jabar membongkar pabrik Tramadol dan Heximer ilegal di Bandung yang mampu memproduksi 8 juta butir obat per hari.
Rusia mendukung upaya negara GCC mencegah perang di Timur Tengah. Sergey Lavrov mengusulkan pembaruan konsep keamanan kolektif kawasan Teluk.
Survei PPI menempatkan Dedi Mulyadi di posisi teratas simulasi elektabilitas cawapres 2029 dengan 21%, mengungguli Gibran.
Kenali 10 situs streaming film ilegal, termasuk LK21 dan IndoXXI, serta risiko malware, pencurian data, penipuan, dan pelanggaran hak cipta.
BMKG memantau sisa sebaran asap karhutla di Banten. Simak 7 barang yang perlu disiapkan di rumah untuk mengurangi paparan asap.