Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Tim SAR Gabungan melanjutkan pencarian salah satu korban timbunan longsor di proyek perumahan di Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Senin (2/1/2023) malam/ist Basarnas Yogyakarta
Harianjogja.com, SLEMAN–Pencarian salah satu korban longsor yang belum ditemukan dilanjutkan hingga malam hari, Senin (2/1/2023). Regu pencari merupakan tim gabungan dari Basarnas DIY, BPBD Sleman dan Polda DIY.
Humas Basarnas DIY Pipit Eriyanto, menjelaskan Tim SAR Gabungan yang terlibat pencarian kurang-lebih ada 50 personil gabungan. Pencarian kembali dilanjutkan setelah istirahat magrib.
Karena kondisi tanah masih labil, pencarian masih menggunakan alat sederhana untuk menghindari risiko kecelakaan. "Untuk pencarian masih menggunakan alat manual seperti cangkul, linggis dan sekop," ujarnya.
BACA JUGA : Empat Pekerja Proyek Tertimbun Longsor, Satu Meninggal
Pada pencarian malam hari, SRU fokus di lokasi longsor yang diduga korban terakhir terlihat. Pencarian sudah dilakukan sejak sore hari dan menyisakan satu dari empat korban yang tertimbun longsor, Surya, 32, warga asal Klaten.
Dari ketiga korban yang ditemukan, dua orang berhasil selamat sementara satu orang meninggal. Ketiganya ditemukan di kedalaman dua meter pada pukul 16.05 WIB. Pasca penemuan mereka dibawa ke rumah sakit Hermina.
Pengawas Proyek, Sunardi, mengatakan longsoran terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Waktu itu para pekerja proyek tengah beristirahat. Beberapa pekerja beristirahat di pondasi talud dengan kedalaman 7 meter.
"Saya di atas, sudah saya peringatkan jangan mepet situ, naik saja. Tapi ada seorang yang sembrono itu diketuk-ketuk tanahnya itu, setelah itu langsung tanah turun longsor. Saya sudah teriak sekuat tenaga, sempat lari semua tapi ada yang empat yang enggak sampai," katanya.
BACA JUGA : Longsor dan Banjir Terjang Gunungkidul Pasca Hujan Rabu
Tanah yang longsor itu menurutnya merupakan galian untuk talud yang digunakan pada proyek perumahan. Talud tersebut ia akui memang riskan longsor. "Itu memang teksturnya pasir, memang riskan kena angin aja bisa goyang," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.