Advertisement

Meski Belum Merata, Omzet Pedagang Teras Malioboro 1 Meningkat saat Nataru

Stefani Yulindriani Ria S. R
Senin, 09 Januari 2023 - 09:27 WIB
Sunartono
Meski Belum Merata, Omzet Pedagang Teras Malioboro 1 Meningkat saat Nataru Suasana Teras Malioboro 1, Jogja, Sabtu (19/2/2022) malam - Harian Jogja/Sirojul Khafid.\\r\\n

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA–Selama libur natal dan tahun baru (nataru) omset pedagang Teras Malioboro I meningkat, namun sirkulasi pengunjung belum merata. 

Mujiono Wakil Paguyuban Malioboro Ahmad Yani (Pemalni) menyampaikan tamu yang ada di Teras Malioboro I selama libur nataru meningkat, sehingga omzet pedagang meningkat. 

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Dia menyampaikan selama nataru omzet pedagang meningkat drastis dengan kisaran rentang 50-100 persen. Bagi pedagang pakaian batik, ia mencontohkan dapat meraup omzet hingga Rp1 juta sampai 1,5 juta per hari. Sedangkan pedagang kerajinan mendapatkan omzet berkisar Rp500.000 hingga Rp1 juta rupiah. 

BACA JUGA : Dinkop-UKM DIY Pastikan Pedagang Teras Malioboro 1

Meski pun begitu, karena sirkulasi pengunjung tidak merata di Teras Malioboro I, sehingga omzet setiap pedagang dengan komoditas yang sejenis tidak mendapatkan omzet yang setara. 

“Sirkulasi pengunjung belum secara maksimal, teras tidak seperti di Malioboro yang satu jalur, ada depan belakang, atas bawah, pengunjung juga sesuka mereka [berbelanja]. Kita mau mendorong mereka ke lorong-lorong juga tidak memungkinkan,” katanya, Minggu (8/1/2023).

Hingga kini, upaya untuk membuat sirkulasi pengunjung mereka dilakukan dengan memberikan penunjuk komoditi yang dijual di setiap lorong. Ia pun berharap UPT Balai Layanan Bisnis UMKM DIY dapat mengupayakan pemerataan sirkulasi pengunjung di Teras Malioboro I. 

BACA JUGA : Merah Putih Carnival Teras Malioboro 1

Untuk meningkatkan jumlah pengunjung, Mujiono juga berharap ada promosi terkait Teras Malioboro I di titik central. “Untuk 2023 kami berharap ada penunjuk yang jelas, kalau perlu ada promosi di titik yang central. Misalnya, Teras Malioboro [diberikan promosi] pusatnya oleh-oleh dan kuliner. Sehingga publik mengetahui di Malioboro tidak hilang PKLnya tapi disentralkan di satu titik di Teras Malioboro I,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Update Covid 5 Februari 2023: Kasus Positif Naik 171, Sembuh 181 & Meninggal 1

News
| Minggu, 05 Februari 2023, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Simak! Ini 10 Gunung Termegah di Dunia

Wisata
| Minggu, 05 Februari 2023, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement