Advertisement

Cegah Stunting, Kalurahan Kelor Gunungkidul Dapat Bantuan Fasilitas Dapur Umum

David Kurniawan
Selasa, 24 Januari 2023 - 23:47 WIB
Budi Cahyana
Cegah Stunting, Kalurahan Kelor Gunungkidul Dapat Bantuan Fasilitas Dapur Umum Ilustrasi bayi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kalurahan Kelor, Karangmojo, Gunungkidul, mendapatkan bantuan pembangunan dapur umum di balai kalurahan. Fasilitas ini diberikan untuk mencegah stunting di wilayah tersebut yang kasusnya meningkat.

Lurah Kelor, Suratman, mengatakan awalnya hanya terdapat 25 bayi stunting di kalurahannya. Namun, pendataan terbaru menunjukkan 30 bayi kekurangan gizi sehingga berpengaruh terhadap perkembangannya.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

“Jadi di wilayah kami masih ada kasus stunting,” kata Suratman kepada wartawan, Senin (23/1/2023).

Menurut dia, Kelor sudah menyiapkan program untuk penanggulangan. Kalurahan juga mendapatkan bantuan pembangunan dapur umum dari anggota DPR My Esti Wijayanti. Rencananya dalam setiap bulan pemerintah kalurahan akan memberikan makanan tambahan baik untuk ibu hamil maupun para balita. Bantuan diberikan bersamaan dengan posyandu yang dilaksakan di tujuh dusun di Kalurahan Kelor.

“Mudah-mudahan dengan program yang telah disiapkan bersama dengan bantuan fasilitas dapur umum, pencegahan stunting di Kelor dapat dimaksimalkan,” katanya.

Anggota DPR, My Esti Wijayanti, mengakatan kasus stunting harus dicegah karena dapat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak dan memengaruhi kecerdasan.

“Balita sekarang akan memasuki generasi emas pada 2045,” katanya.

Esti menjelaskan, dapur umum akan mengolah bahan makanan bergizi berupa sayuran dan protein. Makanan akan diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, beserta anak balita. “Bantuan diberikan ke Kalurahan Kelor karena masih ditemukan kasus stunting yang termasuk tinggi,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan pemkab berkomitmen dalam penanganan stunting. Usia pernikahan juga memengaruhi kasus stunting.

Sebagai contoh, pasangan yang menikah di bawah umur akan lebih berpotensi melahirkan bayi stunting. “Jadi pencegahan tidak hanya masalah kesehatan, tapi juga menyangkut masalah sosial,” katanya.

Terdapat tujuh puskesmas menangani kasus stunting tinggi seperti Puskesmas Karangmojo II, Puskesmas Gedangsari I, Puskesmas Ponjong II, Puskesmas Tepus I, Puskesmas Karangmojo II, dan Puskesmas Patuk I.

“Kami terus berupaya agar kasus stunting bisa ditekan dengan berbagai cara. Misal dari sisi kesehatan dengan cara memberikan tambahan makanan, pemeriksaan rutin dan lain sebagainya,” kata Dewi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Perajin Batik Giriloyo Ini Ciptakan Batik Lukis Wajah

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 15:07 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement