Advertisement

Permohonan IPAH Meningkat, Warga Kulonprogo Mulai Banyak Gunakan Air Hujan

Catur Dwi Janati
Selasa, 24 Januari 2023 - 14:27 WIB
Sunartono
Permohonan IPAH Meningkat, Warga Kulonprogo Mulai Banyak Gunakan Air Hujan IPAH yang dipasang di sejumlah titik di Kulonprogo sebagai penampung air hujan dan opsi penampungan bantuan air saat kekeringan. - Istimewa / DLH Kulonprogo

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO–Permohonan pembangunan Instalasi Pemanen Air Hujan (IPAH) di Kulonprogo terus meningkat setiap tahunnya. Masyarakat mulai banyak yang menggunakan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Selain memanen air hujan, instalasi ini diharapkan bisa jadi opsi tempat penampungan bantuan air saat warga dilanda kekeringan.  

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kulonprogo, Sumarsana Sumarsana menyebut permohonan warga atas instalasi ini cendrung tinggi tiap tahunnya. Banyak permohonan yang tidak bisa tertangani di tahun pengajuan hingga terkadang antre. “Ini menandakan keinginan masyarakat untuk memanfaatkan air hujan guna efisiensi penggunaan air sebenarnya sudah ada,” katanya Senin (23/1/2023).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA : Warga Tepus Gunungkidul Minum Air Hujan karena Lebih 

Pada 2022 lalu, tercatat ada 25 IPAH yang dihibahkan ke sejumlah titik di Kulonprogo. Rinciannya sebanyak lima unit dihibahkan di Hargorejo, tiga unit di Karangsari, 12 di Margosari dan lima unit di Sidoharjo. Pemasangan IPAH di lokasi fasilitas umum diharapkan dapat menjadi percontohan warga untuk memanfaatkan air hujan sehingga tidak langsung dibiarkan terbuang langsung ke sungai. 

Ia menerangkan IPAH rencananya akan ditambah kembali di 2023. Instalasi ini dinilai penting karena menjadi salah satu konservasi air dan tidak membiarkan air hujan berubah menjadi air permukaan begitu saja. 

"Tujuannya adalah bagian dari konservasi dengan harapan masyarakat kita ajak menggunakan air hujan untuk keperluan konsumsi maupun non-konsumsi," katanya.

Penampungan air melalui IPAH juga menjadi salah satu upaya menghemat air. Daya tampung IPAH yang mencapai ribuan liter mampu menghemat air dengan mengoptimalkan air hujan yang tertampung dalam IPAH. 

BACA JUGA : Penelitian: Air Hujan di Kota Jogja Tercemar Mikroplastik 

"Setelah air [hujan] itu ditangkap, ditampung dan dimanfaatkan sehingga air tersebut tidak langsung menjadi air permukaan yang lari ke sungai," ujarnya.

Sebagian besar hibah IPAH ini ditempatkan di fasilitas pelayanan umum, seperti musala, TK, PAUD. selain itu IPAH juga dihibahkan kepada rumah warga yang masuk kategori tidak mampu. Prioritas pemilihan lokasinya adalah wilayah yang sulit air di Kulonprogo. 

"Yang pertama adalah wilayah sulit air, juga yang belum ada jaringan air minumnya dan tidak lepas dari permohonan [warga]," lanjutnya. 

Subkooridnator Kelompok Substansi Pengkajian dan Konservasi Lingkungan, DLH Kulonprogo, Kahar menjelaskan pada 2021 jumlah IPAH yang dihibahkan menjadi 50 unit dan 25 unit pada 2022. Sedangkan 2023 ini rencananya akan ada 25 unit IPAH yang bakal dihibahkan.

Berbeda dengan 2021 dan 2022 yang masing-masing unit IPAH bernilai Rp5 juta. Tahun 2023 alokasi anggaran untuk program IPAH sedikit berubah. Perubahan anggaran ini disediakan dengan kesulitan lokasi yang akan diakses untuk pembangunan IPAH. "Jarak untuk membawa material salah satunya itu, sama lokasinya misalnya ada batunya untuk fondasi," jelasnya. 

"Unit cost-nya berbeda, untuk daerah sulit Rp8 juta, sedang Rp7,5 juta, untuk yang mudah Rp5,5-6 juta. Beda dengan 2022 dan 2022, karena terlalu mepet kalau Rp5 juta," ujarnya. 

BACA JUGA : Air Hujan di Jogja Tercemar Mikroplastik, Begini Respons

Peningkatan alokasi anggaran ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas bahan maupun barang yang digunakan dalam perangkat IPAH.  Pasalnya selain untuk menampung air hujan IPAH busa diproyeksikan sebagai wadah menampung bantuan air bagi warga saat dilanda musim kemarau.  

Rata-rata kapasitas tandon yang akan diberikan berkisar 1.600 atau 2.000 liter. "Paling enggak maksimalnya 2.000 liter. Karena kami mikirnya untuk pada saat yang kekeringan, untuk yang bantuan air bisa dititipkan di situ. Kalau satu tangki 6.000 liter atau 5.500 liter kan 1.500 atau 2.000 liter bisa dititipkan biar masyarakat tidak antre," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Satgas BLBI Keok Lagi! Kali Ini Lawan Konglomerat Trijono Gondokusumo

News
| Jum'at, 03 Februari 2023, 22:27 WIB

Advertisement

alt

5 Destinasi Dekat Stasiun Lempuyangan

Wisata
| Jum'at, 03 Februari 2023, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement