KAI Tambah 3 Kereta Tujuan Jakarta: Dari Jogja, Malang dan Semarang
KAI menambah 3 perjalanan KA menuju Jakarta dari Jogja, Malang, dan Semarang serta meningkatkan kapasitas KA Anggrek dan Gumarang.
Pengerjaan konstruksi jalan tol Jogja-Bawen di wilayah Seyegan dan Tempel, Senin (19/9/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan tol Jogja-Bawen seksi 1 sepanjang 8,8 kilometer saat ini sedang berlangsung pengerjaan konstruksinya. Salah satu material penting yang dibutuhkan adalah tanah urug. Pihak Jasa Marga Jogja Bawen selaku pengelola tol Jogja-Bawen menyatakan butuh antara 2 juta hingga 3 juta meter kubik material untuk tanah urug pembangunan seksi 1.
Penambangan quarry ini pun diambilkan dari wilayah DIY dengan melibatkan para pekerja lokal. Quarry merupakan lokasi pertambangan tanah atau batuan yang digunakan untuk keperluan proyek seperti tanah material timbunan, dan batu.
BACA JUGA : Sultan Tegas Tak Akan Melepas Kepemilikan Tanah untuk Tol
Direktur Utama PT JJB Dwi Winarsa mengatakan kebutuhan material uruk untuk pembangunan tol Jogja-Bawen seksi 1 sekitar 2 juta hingga 3 juta meter kubik. Tanah uruk ini menjadi salah satu materil penting dalam proses pembangunan tol. Selain itu materialnya diupayakan diambil tak jauh dari lokasi proyek.
“Sebagai gambaran material urug timbunan tanah yang dipakai itu membutuhkan antara dua sampai tiga juta meter jubik. Kebutuhan material uruk itu untuk seksi 1, Jogja-Bawen,” katanya saat diwawancara di Jogja belum lama ini.
Jutaan meter kubik tanah uruk itu diambilkan dari tiga lokasi penambangan quarry di wilayah DIY dengan jarak sekitar 15 kilometer dari lokasi proyek. Dari tiga lokasi tersebut, satu diantaranya sudah berjalan dan dua lokasi lagi pada awal Januari 2023 lalu statusnya masih dalam proses perizinan
“Quarry-nya ada satu quarry yang sudah diambil, berikutnya ada dua quarry yang sedang diurus izinnya. Titik pengambilan itu kurang lebih 15 kilometer dari lokasi proyek,” katanya.
BACA JUGA : Pengerjaan Fisik Tol Jogja-Bawen Seksi 1 Capai 18.76%
Dwi menegaskan proses pengambilan material uruk ini juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Karena Sebagian besar menggunakan tenaga kerja lokal, seperti untuk tenaga pengambilan dan pengiriman dari lokasi tambang hingga ke pengerjaan konstruksi.
“Pada pelaksanaan konstruksi ini butuh tenaga kerja, material. Kemudian supportingnya sangat bermacam, sehingga harapannya proses konstruksi berjalan dengan baik. Seperti quarry ini ditambang dari daerah Jogja. Pelaksanan melaksanakan tukang di daerah Jogja,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI menambah 3 perjalanan KA menuju Jakarta dari Jogja, Malang, dan Semarang serta meningkatkan kapasitas KA Anggrek dan Gumarang.
Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan dan membuat sejumlah bandara ditutup. Kedubes AS mengingatkan warganya meningkatkan kewaspadaan.
Satu bakal calon lurah dari Monggol absen dalam tes tambahan di Gunungkidul. Seleksi diikuti 15 peserta dari Monggol dan Sampang.
Klasemen Super League 2026/2027 usai pekan pertama menempatkan Arema FC di puncak, Persib kedua dan Persija keenam.
Honda BeAT hingga Yamaha NMAX termasuk skutik bekas dengan pasar kuat. Simak kisaran harga dan cara menjaga nilai jualnya.
Huawei Mate XT2 resmi meluncur dengan chip Kirin 9050 Pro dan harga hingga Rp65,7 juta. Penjualan dimulai 12 September 2026.