K-24 Healthy Run 2026 di Jogja Diikuti 2.400 Peserta, Ini Jadwalnya
Sebanyak 2.400 peserta akan mengikuti K-24 Healthy Run 2026 di GIK UGM, Jogja, pada Minggu (25/10/2026), dengan kategori lari 5K dan 2,4K.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih (ketiga dari kanan) meresmikan pembangunan Program Pengelolaan Air Bersih (PPAB) Selopamioro, Imogiri, Bantul, Selasa (31/1/2023)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, BANTUL — Dusun Kajor Wetan, Kalurahan Selopamioro diklaim sebagai lokus stunting di Kabupaten Bantul.
“Stunting yang ada di beberapa wilayah di Bantul diakibatkan salah satunya karena fasilitas yang belum memadai. Dalam kesempatan ini, saya menyaksikan bahwa warga Kajor Wetan mendapatkan air dengan susah payah. Air tersebut pun juga memiliki dampak [negatif] pada kesehatan, sehingga terjadi kesenjangan dengan warga yang memiliki fasilitas mencukupi,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Bantul, Emi Masruroh di sela-sela peresmian Program Pengelolaan Air Bersih (PPAB) Selopamioro, Imogiri, Selasa (31/1/2023).
Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Sri Nuryanti. Dia mengatakan warga Dusun Kajor Wetan masih membeli air bersih dan air bersih di dusun tersebut masul tiga hari sekali.
“Ternyata air di sini kan tidak layak dan masih ada yang beli. Tiap rumah tangga itu baru dapat dialiri air tiga hari sekali,” kata Nuryanti.
Senada, Lurah Selopamioro, Sugeng, mengatakan bahwa air di Dusun Kajor Wetan tidak layak konsumsi karena berasal dari rembesan sungai.
“Air di Dusun Kajor Wetan memang tidak layak minum. Dusun itu juga kan letaknya di perbukitan. Harapan kami dengan air dari sumur bor dapat menyehatkan warga. Soalnya memang benar kalau dikatakan Dusun Kajor Wetan jadi salah satu lokus stunting Sumur bor itu digunakan untuk 250 saluran rumah,” kata Sugeng.
Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan, “Kalau seseorang minum air keruh yang banyak bakterinya itu dapat membuat hidup tidak sehat,” kata Halim, Selasa.
BACA JUGA: PDIP Gunungkidul Perlu Ikut Tangani Stunting
Halim menyoroti dampak air kotor yang dikonsumsi ibu hamil dapat memengaruhi kualitas hidup si anak terkhusus terkait dengan stunting.
Menurutnya, orang desa dapat memiliki kemampuan di atas orang kota yang notabene memiliki fasilitas lengkap dan sumber air bersih. Karena itu air menjadi penting untuk kehidupan sehari-hari.
“Karena itu kita harus mengikuti aturan-aturan kesehatan, PHBS. Salah satu hal yang pokok adalah air bersih dan menyehatkan, sehingga jangan sampai terjadi stunting,” ucapnya.
Lebih jauh Halim mengatakan telah menyiapkan anggaran Rp50 juta untuk tiap padukuhan melalui program P2BMP. Khusus untuk Kalurahan Selopamioro, katanya, Pemkab Bantul telah mengalokasikan Rp900 juta.
“Pertama untuk mengatasi stunting. Posyandu harus dapat bagian anggaran itu. Kemudian untuk penanganan sampah dan pendidikan anak usia dini. Anak-anak Selopamioro, semuanya harus sekolah,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.400 peserta akan mengikuti K-24 Healthy Run 2026 di GIK UGM, Jogja, pada Minggu (25/10/2026), dengan kategori lari 5K dan 2,4K.
Tujuh terdakwa kasus Little Aresha meminta dibebaskan. Tim penasihat hukum menilai para pengasuh menjalankan SOP yang ditetapkan manajemen daycare.
BMKG memperingatkan dampak tidak langsung Siklon Tropis Champi di Indonesia timur, termasuk potensi gelombang laut setinggi 1,25–2,5 meter.
Danantara mendukung reformasi pasar modal Indonesia bersama OJK dan BEI setelah MSCI menyoroti transparansi dan tata kelola saham.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo relasi Palur-Yogyakarta Selasa, 20 Oktober 2026, lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Danantara Indonesia merampungkan akuisisi lahan 4,4 hektare di Makkah untuk mengembangkan Kompleks Bait Jemaah dan memperkuat layanan haji serta umrah.