SPMB 2026: Ratusan SD Gunungkidul Kekurangan Murid, 36 Penuhi Kuota
SPMB SD Gunungkidul 2026 mencatat mayoritas sekolah kekurangan murid. Hanya 36 SD yang mampu memenuhi kuota rombongan belajar.
Kedua tersangka pembunuhan yang dihadirkan oleh Polres Gunungkidul saat jumpa pers, beberapa waktu lalu./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul memastikan berkas perkara RN, perempuan hamil yang ditemukan meninggal dunia tanpa busana di Pantai Ngrawe sudah dinyatakan lengkap. Rencananya tersangka sekaligus barang bukti akan diserahkan pada Kamis (9/2/2023).
Kepala Seksi Pidana Umum, Kejari Gunungkidul, Ari Hani Saputri mengaku terus berkoordinasi dengan penyidik dari Polres Gunungkidul untuk menyelesaikan kasus pembunuhan RN, perempuan hamil yang ditemukan tewas telanjang di kawasan pantai. Dia tidak menampik di akhir 2022 sempat mengembalikan berkas perkara dari kepolisian karena dinilai belum lengkap.
Meski demikian, dia mengakui didalam pengembalian juga melampirkan sejumlah catatan untuk perbaikan. Penyidik kepolisian juga sudah menyerahkan berkas perbaikan dalam upaya proses hukum di kejari.
“Berkas perbaikan sudah diteliti. Kemarin [Selasa, 7/2/2023], kami nyatakan P21 atau berkas dinyatakan lengkap,” katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (8/2/2023).
BACA JUGA: Penemuan Mayat Pantai Ngrawe: Tersangka Berstatus Mahasiswa UNS
Dia menjelaskan, seusai dinyatakan lengkap, tahapan berikutnya menyerahkan tersangka dan barang bukti. Hasil koordinasi dengan penyidik, rencananya pelimpahan tahap dua ini dilaksanakan Kami besok.
“Nanti pada saat diserahkan, kami juga memeriksa lagi mulai dari kondisi kesehatan dan lain sebagainya sesuai dengan prosedur yang ada,” katanya.
Hani memastikan setelah pelimpahan dilakukan akan segera memproses untuk didaftarkan ke pengadilan untuk pembuktia kasus. “Yang jelas, tahapan dalam upaya pembuktian hukum harus dilalui semua,” katanya.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Edy Bagus Sumantri mengatakan, pengungkapan kasus ini tak lepas dari hasil CCTV milik warga di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari.
Pasalnya, sebelum pembunuhan berlangsung, dua pelaku yakni ERW,24 dan AA,37 (keduanya warga Sukoharjo, Jawa Tengah) dan korban RN,25 asal Purworejo sempat makan bakmi bersama-sama.
“Ada CCTV-nya kemudian dibuka hingga dietahui mobil yang dibawa pelaku untuk pembunuhan. Disinilah awal mulai tertangkapnya kedua pembunuh,” katanya.
Dia menjelaskan, tersangka utama dalam kasus ini adalah adalah ERW, yang merupakan mahasiswa di UNS. Adapun AA berperan membantu dalam proses pembunuhan. “Motifnya untuk menggugurkan kandungan. Sebab, korban tidak ingin menggugurkannya,” kata Edy.
Selain mengamankan kedua pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti mulai dari pakaian, tas, jaket dan ransel milik korban. Mobil Honda Brio yang digunakan untuk sarana transportasi selama pembunuhan juga ikut diamankan di Mapolres Gunungkidul.
“Keduanya kami jerat pasal 340 atau 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun,” kata Edy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB SD Gunungkidul 2026 mencatat mayoritas sekolah kekurangan murid. Hanya 36 SD yang mampu memenuhi kuota rombongan belajar.
Aris Suharyanta resmi memimpin Gerindra Bantul dan menargetkan tambahan dua kursi DPRD pada Pemilu 2029 melalui penguatan struktur partai.
AI mempermudah pengambilan keputusan, tetapi juga berisiko membuat manusia terlalu bergantung dan kehilangan daya kritis.
Jembatan Palu III ditutup sementara setelah gempa magnitudo 6,7 mengguncang Palu. Arus lalu lintas dialihkan sambil menunggu hasil pemeriksaan teknis.
Biopori Jumbo Kota Jogja kini mencapai 1.022 titik di 45 kelurahan untuk mengolah sampah organik dan mengurangi timbulan sampah dari sumbernya.
AS menyatakan Iran bisa mengakses dana rekonstruksi Rp5 kuadriliun jika memenuhi kesepakatan, termasuk menghentikan program nuklir.