Advertisement

Atasi Banjir Playen, Ini 2 Opsi yang Dikaji Pemkab Gunungkidul

David Kurniawan
Rabu, 15 Februari 2023 - 19:37 WIB
Arief Junianto
Atasi Banjir Playen, Ini 2 Opsi yang Dikaji Pemkab Gunungkidul Ilustrasi banjir. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul meninjau lokasi crossway di Dusun Kedungwanglu, Banyusoco, Playen. Hasil tinjauan ada dua opsi untuk menyelesaikan permasalahan akses warga yang sering terendam banjir saat musim hujan.

Kepala Bidang Bina Marga, DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, langsung melihat kondisi crossway di Dusun kedungwanglu. Menurut dia, permasalahan yang dikeluhkan warga terkait dengan banjir sudah lama diusulkan untuk penanganan, tetapi hingga sekarang belum direalisasikan.

Advertisement

“Kamis sudah lihat lagi kondisinya sekarang. Untuk penanagan warga harap bersabar dulu karena akan dimasukkan ke dalam program prioritas di 2024. Kalau sekarang jelas tidak memungkinkan,” katanya kepada wartawan, Rabu (15/2/2023).

BACA JUGA: Hujan Deras, Lima Dusun di Gunungkidul Dikepung Banjir

Dia menjelaskan, untuk mengatasi banjir yang dikeluhkan oleh warga ada dua opsi yang direncanakan. Pertama dengan membuat jembatan permanen.

Hasil dari perkiraan awal, untuk pembuatan jembatan dengan panjang 40 meter dan lebar tujuh meter membutuhkan anggaran sekitar Rp6 miliar. Adapun opsi kedua dengan membuat jalan baru.

Pembuatan jalan baru tidak lepas adanya jalan setapak menuju rumah warga. Diperkirakan panjang jalannya sekitar 500 meter dan membutuhkan anggaran antara Rp2-3 miliar.

Menurut Wadiyana, dua opsi ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagai contoh, untuk jalan baru lebih murah, tetapi prosesnya akan lebih lama karena lokasinya milik perhutani sehingga membutuhkan izin terlebih dahulu.

“Proses izin ini juga butuh waktu lama. Hal berbeda dengan membuatan jembatan baru, meski lebih mahal bisa langsung dibangun. Makanya, kami kaji lebih mendalam lagi, opsi mana yang terbaik,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kemenag Ingin Pesawat Angkutan Haji Tidak Lagi Delay

News
| Sabtu, 25 Mei 2024, 20:07 WIB

Advertisement

alt

Kyoto Jepang Larang Turis Kunjungi Distrik Geisha di Gion, Ini Alasannya

Wisata
| Kamis, 23 Mei 2024, 10:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement