73 Akuntan SPPG Gunungkidul Dilatih Gunakan AKSIS untuk Dana MBG
Sebanyak 73 akuntan SPPG Gunungkidul dilatih menggunakan aplikasi AKSIS untuk pelaporan keuangan Program Makan Bergizi Gratis.
Ilustrasi banjir./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul meninjau lokasi crossway di Dusun Kedungwanglu, Banyusoco, Playen. Hasil tinjauan ada dua opsi untuk menyelesaikan permasalahan akses warga yang sering terendam banjir saat musim hujan.
Kepala Bidang Bina Marga, DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, langsung melihat kondisi crossway di Dusun kedungwanglu. Menurut dia, permasalahan yang dikeluhkan warga terkait dengan banjir sudah lama diusulkan untuk penanganan, tetapi hingga sekarang belum direalisasikan.
“Kamis sudah lihat lagi kondisinya sekarang. Untuk penanagan warga harap bersabar dulu karena akan dimasukkan ke dalam program prioritas di 2024. Kalau sekarang jelas tidak memungkinkan,” katanya kepada wartawan, Rabu (15/2/2023).
BACA JUGA: Hujan Deras, Lima Dusun di Gunungkidul Dikepung Banjir
Dia menjelaskan, untuk mengatasi banjir yang dikeluhkan oleh warga ada dua opsi yang direncanakan. Pertama dengan membuat jembatan permanen.
Hasil dari perkiraan awal, untuk pembuatan jembatan dengan panjang 40 meter dan lebar tujuh meter membutuhkan anggaran sekitar Rp6 miliar. Adapun opsi kedua dengan membuat jalan baru.
Pembuatan jalan baru tidak lepas adanya jalan setapak menuju rumah warga. Diperkirakan panjang jalannya sekitar 500 meter dan membutuhkan anggaran antara Rp2-3 miliar.
Menurut Wadiyana, dua opsi ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagai contoh, untuk jalan baru lebih murah, tetapi prosesnya akan lebih lama karena lokasinya milik perhutani sehingga membutuhkan izin terlebih dahulu.
“Proses izin ini juga butuh waktu lama. Hal berbeda dengan membuatan jembatan baru, meski lebih mahal bisa langsung dibangun. Makanya, kami kaji lebih mendalam lagi, opsi mana yang terbaik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 73 akuntan SPPG Gunungkidul dilatih menggunakan aplikasi AKSIS untuk pelaporan keuangan Program Makan Bergizi Gratis.
Kader Gerindra Sleman menggelar Gerakan Indonesia Asri di Tlogo Putri, Kaliurang, dengan menanam pohon, menebar benih ikan, dan membagikan sembako.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan tarif tiket Rp8.000.
Pemerintah mencatat setoran Rp57,1 triliun dari Satgas PKH selama 2025–2026, termasuk pajak dan PNBP hasil penertiban kawasan hutan.
UMKM Jogja didorong memanfaatkan AI untuk promosi dan pemasaran digital. Pelaku usaha juga diingatkan menjaga data serta mewaspadai penipuan.