Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Ilustrasi banjir./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul meninjau lokasi crossway di Dusun Kedungwanglu, Banyusoco, Playen. Hasil tinjauan ada dua opsi untuk menyelesaikan permasalahan akses warga yang sering terendam banjir saat musim hujan.
Kepala Bidang Bina Marga, DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, langsung melihat kondisi crossway di Dusun kedungwanglu. Menurut dia, permasalahan yang dikeluhkan warga terkait dengan banjir sudah lama diusulkan untuk penanganan, tetapi hingga sekarang belum direalisasikan.
“Kamis sudah lihat lagi kondisinya sekarang. Untuk penanagan warga harap bersabar dulu karena akan dimasukkan ke dalam program prioritas di 2024. Kalau sekarang jelas tidak memungkinkan,” katanya kepada wartawan, Rabu (15/2/2023).
BACA JUGA: Hujan Deras, Lima Dusun di Gunungkidul Dikepung Banjir
Dia menjelaskan, untuk mengatasi banjir yang dikeluhkan oleh warga ada dua opsi yang direncanakan. Pertama dengan membuat jembatan permanen.
Hasil dari perkiraan awal, untuk pembuatan jembatan dengan panjang 40 meter dan lebar tujuh meter membutuhkan anggaran sekitar Rp6 miliar. Adapun opsi kedua dengan membuat jalan baru.
Pembuatan jalan baru tidak lepas adanya jalan setapak menuju rumah warga. Diperkirakan panjang jalannya sekitar 500 meter dan membutuhkan anggaran antara Rp2-3 miliar.
Menurut Wadiyana, dua opsi ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagai contoh, untuk jalan baru lebih murah, tetapi prosesnya akan lebih lama karena lokasinya milik perhutani sehingga membutuhkan izin terlebih dahulu.
“Proses izin ini juga butuh waktu lama. Hal berbeda dengan membuatan jembatan baru, meski lebih mahal bisa langsung dibangun. Makanya, kami kaji lebih mendalam lagi, opsi mana yang terbaik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.