BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Pembangunan Tol Jogja Solo di Kartasura, Jawa Tengah, Selasa (20/9/2022). Tol Jogja Solo terbagi dalam beberapa ruas, salah satunya Tol Jogja YIA/JIBI-Bisnis.com-Himawan L Nugraha
Harianjogja.com, BANTUL—Warga Kalurahan Argosari dan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, yang lahan dan rumah mereka terdampak Tol Jogja YIA menerima dengan senang hati proyek jalan tol tersebut. Namun, mereka meminta agar nilai ganti rugi melebihi harga pasar dan disamaratakan semuanya.
Kepala Dusun atau Dukuh Gubug, Kalurahan Argosari, Adnan Faruliansyah, mengatakan sejauh ini belum ada informasi kapan akan ada uji publik. Penanggung jawab pembangunan jalan Tol Jogja YIA dan pemerintah baru sebatas mensosialisasikan terkait adanya proyek strategis pembangunan nasional tersebut.
Menurutnya, uji publik kemungkinan dilakukan pada bulan ini. Dia juga mengaku sejauh ini tidak ada penolakan dari warga tentang proyek Tol Jogja YIA. “Sepertinya sampai saat ini belum ada penolakan dari warga,” ucapnya, Jumat (3/3/2023).
BACA JUGA: Digelar di 12 Desa, Ini Jadwal Konsultasi Publik Tol Jogja YIA
Adnan berharap pembangunan jalan tol tersebut dapat menyejahterakan warga sekitar, terutama warga yang terdampak. Ganti rugi juga harus dipikirkan dan jangan sampai ada kesenjangan antarwarga yang terdampak.
“Di Bantul ada dua desa terdampak jalan tol, yakni Desa Argosari dan Argomulyo. Semua ada di utara Jalan Wates. Kalau menurut saya jangan sampai ada perbedaan harga tanah untuk ganti rugi. Harus disamaratakan. Satu lagi kalau bisa melebihi harga pasaran,” ujarnya.
Sudarno, Lurah Argosari, mengatakan sejauh ini tidak ada laporan warga yang menolak pembangunan Tol Jogja YIA. Sementara, uji publik kemungkinan akan digelar pada pertengahan bulan ini, namun ia belum menerima undangannya.
Sudarno berharap pembangunan jalan tol dapat menguntungkan semua pihak, terlebih bagi warga yang terdampak seharusnya bukan ganti rugi, melainkan ganti untung. “Kalau tol itu jelas harus ganti untung,” katanya.
Fasilitas umum seperti tempat ibadah yang terdampak diharapkan dibangun ulang di lokasi yang lain namun tidak jauh dari lokasi semula.
BACA JUGA: Sehari, Pendapatan Tol Jogja Solo Bisa Capai Rp4 Miliar
Lurah Argomulyo, Bambang Sarwono, juga menyatakan hal serupa. Sampai saat ini tidak ada satu pun warga yang menolak proyek jalan tol. Semuanya sepakat karena untuk kepentingan bersama. Dia meminta ganti rugi menguntungkan warga terdampak. “Harapannya ganti untung, layak, dan maksimal,” ungkapnya.
Lurah juga meminta agar dalam pengerjaan jalan tol nanti bisa melibatkan warga sekitar. “Warga diberi kesempatan untuk terlibat dalam proyek pengerjaan,” ujar dia.
Kepala Dusun Srontakan, Kalurahan Argomulyo, Sunaryo, berharap ganti rugi melebihi harga pasaran dan bila perlu sampai lima kali lipat dari harga pasaran. Ia menambahkan setelah sosialisasi beberapa waktu lalu sampai saat ini ada penambahan bidang yang terdampak karena belum terlaporkan sebelumnya. Namun tidak banyak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Vin Diesel mengungkap Fast Forever mulai syuting Desember 2026. Film utama ke-11 Fast & Furious ini dijadwalkan tayang Maret 2028.
Inklusi keuangan DIY mencapai 98,74 persen, peringkat kedua nasional. OJK masih fokus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.
Kemenkes membangun rumah sakit lapangan di Ruteng untuk korban gempa. Fasilitas dilengkapi ruang operasi dan ditargetkan 100 tempat tidur.
Museum di Indonesia mulai memanfaatkan teknologi digital untuk memperkaya pengalaman belajar sejarah. Kunjungan museum dan cagar budaya mencapai 4,32 juta pada
Kenali 8 jenis rangka motor sebelum membeli. Simak karakter setiap rangka dan tips merawatnya agar motor tetap stabil dan awet.