Advertisement

Belasan Kilogram Bubuk Mercon Dibakar dan Dimusnahkan

Lugas Subarkah
Selasa, 28 Maret 2023 - 17:47 WIB
Arief Junianto
Belasan Kilogram Bubuk Mercon Dibakar dan Dimusnahkan Asap putih membumbung tinggi hasil pembakaran obat bahan petasan yang di musnahkan oleh tim Gegana Polda DIY di lapangan Dusun Karangnongko, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Selasa (28/3/2023). Harian Jogja - Gigih M. Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Satbrimob Gegana Polda DIY memusnahkan barang bukti obat mercon seberat 10,9 kg Selasa (28/3/2023). Pemusnahan ini menyusul adanya pengungkapan kasus penjualan obat mercon di wilayah Kalasan sehari sebelumnya.

Pemusnahan dilakukan di sebuah tanah lapang di Kalurahan Tirtomartani, Kapanewon Kalasan. Petugas Gegana terlebih dahulu menggali dua lubang yang memanjang untuk tempat pemusnahan obat mercon tersbut. 

Advertisement

Kasi Ops Den Gegana Brimob Polda DIY, AKP Agus Triyana menjelaskan jenis obat mercon yang dimusnahkan ini termasuk dalam kategori bahan peledak low eksplosive. "Dimusnahkan dengan metode burning," ujar dia.

Pemusnahan dengan cara ini hanya memakan waktu kurang dari satu menit. Bahan peledak mengeluarkan api dan asap putih saat dimusnahkan, tetapi tidak ada ledakan dalam pemusnahan ini sehingga tidak mengagetkan warga di sekitar.

BACA JUGA: Belasan Petasan di JJLS Bantul Disita Polisi

Pemusnahan dengan metode burning ini menurutnya lebih aman baik bagi petugas maupun warga di sekitar lokasi pemusnahan, sehingga lebih sering digunakan dalam pemusnahan bahan peledak lainnya. Meski demikian untuk lebih meminimalisir resiko, warga tetap diimbau tidak mendekat ke lokasi.

Dia juga menjelaskan meski tergolong dalam bahan peledak low eksplosive, obat mercon ini bisa menjadi berbahaya jika digunakan sembarangan. “Kalau dalam jumlah banyak juga akan sangat berbahaya. Sudah banyak kasus misalnya jari putus kena mercon.

Obat mercon ini disita dari ARF dan AFZ, yang diketahui menjual obat mercon secara online, Senin (27/3/2023) pukul 00.30 WIB, di lapangan TWC, Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan. Mereka diketahui mendapatkan obat mercon tersebut dari penjual lainnya di wilayah Mlangi, Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping.

Mereka membeli obat mercon total seberat 19 kg. Sebelum penangkapan, kedua pelaku telah berhasil menjual obat mercon sebanyak 8 kg. Kapolsek Kalasan, AKP Amalia Normaidah, mengimbau masyarakat agar tidak bermain petasan saat Ramadan.

“Di bulan ramadan kita seharusnya bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif. Tradisi saat Ramadan dengan petasan atau mercon, harus dihapus, diberi pemahaman, pengertian. Sebaiknya Ramadan banyak kegiatan beribadah,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK Bidik Dugaan Penggelembungan Harga APD Covid-19

News
| Sabtu, 20 April 2024, 14:17 WIB

Advertisement

alt

Kota Isfahan Bukan Hanya Pusat Nuklir Iran tetapi juga Situs Warisan Budaya Dunia

Wisata
| Jum'at, 19 April 2024, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement