Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi pelecehan seksual guru ngaji kepada anak di sleman. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Proses hukum kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh guru mengaji terus berlanjut di kepolisian. Sembari menunggu proses tersebut, sejumlah anak yang menjadi korban mendapat pendampingan baik medis maupun psikologis.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sleman, Sri Budiyantiningsih, menjelaskan pihaknya telah turun mendampingi korban sejak ada laporan polisi pada Januari 2023.
BACA JUGA: Bermodus Terapi Indigo, Guru Ngaji di Gamping Sleman Perkosa 15 Anak
Proses hukum berjalan cukup lama karena tidak semua korban mau menjadi saksi. Dinas P3AP2KB Sleman pun berupaya meyakinkan para korban agar mau bersaksi di hadapan polisi. “Perlu diyakinkan oleh psikolog untuk mau menjadi saksi,” katanya, Rabu (5/5/2023).
Dari data Dinas P3AP2KB Sleman, baru tiga korban yang berani bersaksi dan menjalani BAP di Polresta Sleman. Pihaknya saat ini juga tengah melakukan assessment dugaan adanya korban-korban lain di dalam kasus ini.
Adapun pendampingan yang diberikan yakni mulai dari pendampingan hukum, dengan memfasilitasi saksi ahli yang diperlukan dalam pengadilan. Kemudian pendampingan psikologis yang melibatkan psikolog untuk memulihkan kondisi psikologis para korban.
Dinas P3AP2KB Sleman juga sudah memfasilitasi pemeriksaan medis kepada korban melalui poli kandungan dan poli jiwa. “Kami juga bekerja sama dengan Satgas PPA [Perlindungan Perempuan dan Anak] Kalurahan dan kader PKDRT [Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga] Kalurahan untuk mendampingi tiga korban yang jadi saksi,” kata dia.
BACA JUGA: Kehamilan Tak Diinginkan di Sleman Meningkat, Ini Penyebabnya
Panewu Gamping, Yakti Yudanto, menuturkan dari pemerintah di wilayah membantu mengkondisikan perkembangan anak di masyarakat. “HUbungan dengan teman yang lain di masyarakat ada yang masih trauma atau depresi,” katanya.
Untuk mengantisipasi kasus serupa, Kapanewon Gamping berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menguatkan lembaga di kalurahan dan padukuhan agar lebih waspada dan memperhatikan warganya. “Kaitannya dengan perilaku masyarakat yang kurang baik,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.