Gunungkidul Dapat Bantuan Benih Durian untuk Lahan 25 Hektare
Gunungkidul menerima bantuan benih durian untuk lahan 25 hektare. Distribusi menyasar Ponjong hingga Panggang dan Tanjungsari.
Tsunami yang menerjang Jepang pada 2011./Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD mencatat di sepanjang pantai Gunungkidul dari tujuh alat Early Warning Sistem (EWS) Tsunami hanya tiga EWS yang berfungsi. Empat EWS lainnya dinyatakan rusak.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, tujuh EWS yang dipasang merupakan bantuan dari BMKG. Adapun lokasinya berada di Pelabuhan Sadeng dan Pantai Wediombo, Kapanewon Girisubo; Pantai Gesing, Kapanewon Panggang. Empat EWS lainnya berada di Pantai Baron dua unit dan Pantai Krakal dan Sepanjang di Kapanewon Tanjungsari masing-masing satu unit.
BACA JUGA: 4 Alat Peringatan Dini Bencana di Bantul Rusak
Meski demikian, ia tidak menampik terdapat empat EWS yang rusak sedangkan tiga unit yang masih berfungsi berada di Pantai Sadeng, Sepanjang, dan Baron. Dia sudah mengusulkan untuk perbaikan, karena EWS berguna untuk keselamatan masyarakat jika terjadi tsunami. “Di Pantai Baron ada satu EWS yang rusak,” kata Purwono kepada wartawan, Minggu (18/6/2023).
Dia berharap pergantian tersebut bisa dilaksanakan secepatnya sehingga alat deteksi dini dapat berfungsi dengan normal guna memberikan peringatan. “BMKG berencana menambah dua EWS di 2024. Tapi, kami berharap alat yang rusak bisa segera diperbaiki,” katanya.
Menurut dia, keberadaan EWS Tsunami sangat penting. Hal ini tak lepas adanya aktivitas kegempaan di sisi selatan Gunungkidul. “Fungsi EWS juga sebagai informasi terkait gelombang tinggi. Informasi dari EWS akan diterima BMKG diteruskan kepada daerah yang berpotensi tsunami atau gelombang tinggi,” katanya.
Upaya antisipasi terjadinya tsunami tidak hanya dilakukan menggunakan pemasangan alat-alat deteksi dini. Pasalnya, juga ada program Tsunami Ready untuk antisipasi terjadinya bencana tersebut.
Menurut Purwono, di Gunungkidul baru Kalurahan Kemadang, Tanjungsari yang mendapatkan predikat Tsunami Ready. “Penetapan ini langsung dilakukan oelh UNESCO,” katanya.
Anggota Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kalurahan Kemadang, Surisdiyanto mengatakan, penetapan Kemadang sebagai Tsunami Ready oleh UNESCO-IOC dilaksanakan di Pantai Purus, Kota Padang, Sumatera Barat, pada 26 Desember 2022.
Menurut dia, pengakuan secara internasional ini bukan berarti hanya mendapatkan predikat saja, namun juga terdapat tanggung jawab untuk mewujudkan masyarakat maupun wisatawan siaga tsunami menuju zero victim.
“Tentunya ini menjadi suatu kebanggan, tapi ada tugas yang harus dijalankan dalam rangkah mengurangi risiko saat terjadi tsunami,” kata Suridiyanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menerima bantuan benih durian untuk lahan 25 hektare. Distribusi menyasar Ponjong hingga Panggang dan Tanjungsari.
BPBD Gunungkidul mengajak komunitas keagamaan terlibat dalam mitigasi bencana, mulai dari kesiapsiagaan hingga pemulihan pascabencana.
The Longest Wait merangkum dua tahun perjalanan Timnas Indonesia melalui ratusan jam rekaman yang disunting menjadi film berdurasi 90–100 menit.
Ellenka Barista Festival 2026 digelar di Jakarta pada 29 Oktober–1 November, diikuti 28 barista untuk mendorong inovasi industri kopi.
Sebanyak 64 orang dilaporkan hilang setelah tabrakan kereta di Spanyol. Kecelakaan tersebut menewaskan sedikitnya 68 orang.
Kadin berharap ketegangan RI-Singapura mereda usai pertemuan Prabowo dan Vivian Balakrishnan demi menjaga iklim investasi Indonesia.