Advertisement
Bantul Targetkan Kurangi Sampah ke TPST Piyungan 80 Ton per Hari

Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menargetkan dapat mengurangi sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan sebanyak 80 ton dalam sehari. Sementara saat ini sampah yang dibuang ke TPST Piyungan dari Bumi Projotamansari mencapai 180-an ton per hari.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Ari Budi Nugroho mengatakan pengurangan sampah yang dibuang ke TPST Piyungan ini setelah ada koordinasi dari Pemda DIY, Pemkot Jogja, Pemkab Sleman, dan Pemkab Bantul.
Advertisement
Dalam koordinasi tersebut Pemda DIY membatasi sampah yang dibuang ke TPST Piyungan maksimal 600 ton dalam sehari dari yang biasanya 850 ton dalam sehari. Ari mengatakan sampah yang dibuang ke TPST Piyungan dari Bantul sebenarnya paling sedikit dibandingkan sampah dari Sleman dan Joga, meski TPST Piyungan berlokasi di Bantul.
“Kalau pengolahan sampah dari sumbernya bagus kami dapat mengurangi sampah yang dibuang ke TPA [TPST Piyungan] sekitar 80 ton sehari. Dari yang tadinya 180 ton menadi 100an ton sehari,” katanya, Kamis (22/6/2023).
Baca juga: Tol Jogja Bawen, Baru 3 Serat Palilah yang Dikeluarkan Keraton Jogja
Ari mengatakan untuk mencapai target pengurangan sampah yang dibuang ke TPST Piyungan tersebut pihaknya sudah melakukan berbagai upaya di antaranya telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati tentang Darurat Sampah. SK tersebut meminta kepada semua organisasi perangkat daerah (OPD) sampai kalurahan untuk mengurangi sampah plastik. Dalam SK tersebut juga meminta semua pemerintah kalurahan mengelola sampah dengan membuat TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Kemudian membangun TPA Modalan Banguntapan. Selanjutnya melakukan pengurangan sampah dari sumbernya. Serta memberdayakan kelompok-kelompok agar mau mengolah sampah. Selain itu, DLH Bantul saat ini juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang mengubah kebiasaan mengolah sampah dari rumah tangga.
“Meski untuk mengubah kebiasaan masyarakat memang tidak mudah dan membutuhkan waktu lama. Namun ini harus dilakukan. Karena pengurangan sampah sejatinya harus dikurangi dari sumbernya di rumah tangga,” ucapnya.
Lalu memaksimalkan TPS 3R. Ari mengaku memang tidak semua kalurahan memiliki TPS 3R tersebut. Ia menyebut saat ini di Bantul baru ada 18 TPS 3R, sehingga pihaknya pun mendorong agar pemerintah kalurahan mau mengalokasikan dana keistimewaan (Danais) yang sudah diterima untuk program pengurangan sampah pada tingkat kalurahan.
Belum Ada Teknologi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kuncoro Cahyo Aji menyampaikan bahwa sampah yang dibuang ke TPST Piyungan dari Jogja, Sleman, dan Bantul saat ini mencapai 850 ton per hari. Jika tidak dibatasi, maka sampah akan membludak, apalagi saat ini belum ada teknologi pengolahan sampah.
“Setelah Covid-19 selesai di [TPST] Piyungan masuk 850 ton sampah per hari. Sementara nanti akan kita batasi 600 ton per hari. Sehingga ada 250 ton yang harus dikelola di hulu,” katanya.
Kuncoro mengatakan sebanyak 250 ton sampah harus selesai di tingkat hulu melalui pengolahan TPS 3R di tingkat kalurahan. Pihaknya sudah menyiapkan sembilan kalurahan percontohan mandiri kelola sampah di wilayah Sleman dan Bantul. “Logikanya ketika satu desa ada dua TPS 3R, maka desa itu harus bersih sampah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Arus Balik 2025, Terjadi Peningkatan Jumlah Kendaraan di Tol Cipali
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ini Antisipasi Pengelola Terminal Giwangan Hadapi Puncak Arus Balik
- Hari Ketiga Lebaran, Kendaraan Keluar DIY Meningkat Signifikan
- BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem, BPBD Bantul Minta Warga Waspada
- Mayat Mengapung Ditemukan di Sungai Progo, Kulonprogo
- Arus Balik di Kulonprogo Mulai Meningkat, Ini Rekayasa Lalu Lintas yang Diterapkan
Advertisement
Advertisement