Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPA Piyungan, beberapa waktu lalu. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Setelah dibukanya kembali TPA Piyungan secara terbatas, Pemkab Bantul masih menggunakan kuota yang diberikan untuk mengangkut sampahnya ke TPA Piyungan. Namun pengangkutan sampah itu diupayakan terus berkurang hingga tidak ada sama sekali.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Ari Budi Nugroho, mengakui saat ini Pemkab Bantul memang masih menggunakan kuota yang diberikan yakni sebanyak 90 ton per hari. “Pembagian kuota ini jelas nanti agar proporsional,” ujarnya, Kamis (7/9/2023).
Kuota ini berkurang cukup signifikan dari jumlah sampah yang diangkut dari Bantul sebelum TPA Piyungan ditutup, yakni 140 ton per hari pada Juni 2023. “Berarti ada 50 ton yang harus diolah, agar lingkungannya baik, bersih,” kata dia.
BACA JUGA : Investor Asal Jogja Tertarik Mengelola Sampah Anorganik di Bantul
Ia berharap masyarakat terus menjaga ritme yang sudah dibangun dalam pengolahan sampah selama masa penutupan TPA Piyungan. Ia kembali mengingatkan, pembukaan TPA Piyungan tidak berarti bisa membuang sampah seperti sedia kala, namun tetap dibatasi.
“Pembagian kuota itu dalam rangka agar layanan tetap berjalan walau tidak maksimal seperti sebelumnya, tapi masyarakat agar mau melakukan pengurangan. Basic-nya, sampah menjadi tanggung jawab kita, siapapun yang menghasilkan sampah,” ungkapnya.
Diharapkan sampah yang diangkut ke TPA Piyungan nantinya hanya residu yang sudah tidak bisa diolah atau tidak mampu dimusnahkan, karena sampah organik dan anorganik pengolahannya diselesaikan di tingkat padukuhan dan kalurahan.
“Kuota itu tetap kita manfaatkan karena tidak mungkin langsung berhenti sama sekali [pengangkutan ke Piyungan], itu perlu proses. Jadi kita manfaatkan sambil tetap berupaya melakukan langkah-langkah yang bisa dilakukan di kabupaten,” kata dia.
Dari sisi Pemkab Bantul, dukungan pengolahan sampah di tingkat padukuhan dan kalurahan diberikan dengan penganggaran Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (P2BMP) sebesar Rp50 juta per padukuhan, untuk diarahkan pada kegiatan atau pengadaan alat pengolah sampah.
Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, ia berharap sampah yang diangkut ke TPA Piyungan dapat terus berkurang. “Harapannya yang dibuang ke TPA semakin kecil. Kalau semakin kecil berarti semakin berhasil. Harapannya ke sana,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.
Batu sengaja diletakkan di rel Tulungagung hingga mengganggu dua perjalanan kereta. KAI mengingatkan ancaman pidana maksimal 15 tahun.
Parkir wisata Jogja diusulkan terpusat lewat QRIS untuk mencegah pungli sekaligus memberi kepastian tarif bagi wisatawan.
Nusa Penida menerapkan Smart Microgrid yang mengintegrasikan PLTS, BESS, dan PLTD untuk mengoptimalkan energi terbarukan.
Kredit perbankan tumbuh 13,58% pada Juli 2026, lebih cepat dari DPK 11,21% dan berpotensi menekan biaya dana serta NIM.