Cherrypop hingga Sport Tourism, Event Padat Gerakkan Ekonomi Sleman
Event 21–23 Agustus 2026 di Sleman dan DIY dinilai mendorong hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.
Tugu tulisan Kulonprogo the Jewel of Java - ilustrasi/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Alumni Kehutanan angkatan 1985 Universitas Gaja Mada (UGM) yang tergabung dalam Koperasi Wanadelima bersama Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) sedang membangun agrowisata terbesar di Kulonprogo. Saat ini, Koperasi Wanadelima membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menanamkan investasi.
Manajer Kebun Orchard Wanadelima, Joko Triyono, mengatakan pembangunan taman buah tersebut dilakukan di atas tanah kas desa Sidomulyo seluas 7,5 hektar. Lahan tersebut merupakan bekas kebun tebu. Dari situ, Koperasi Wanadelima membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi agar pengembangan taman buah dapat berjalan sesuai rencana.
“Kami sekarang sedang membuka investasi bagi masyarakat yang mau invest. Nanti bisa invest ke tanaman buahnya atau yang lain,” kata Joko dihubungi, Kamis (5/10/2023).
Joko menambahkan tanaman buah unggulan taman buah tersebut adalah anggur kendati nantinya akan ada banyak macam tanaman buah. Guna mendukung pengembangan anggur, Koperasi Wanadelima telah menetapkan buah semangka dan melon untuk dipanen pertama kali. Barulah dana hasil penjualan digunakan untuk pengembangan anggur.
BACA JUGA: Alumni UGM dan Pemkab Kulonprogo Kembangkan Pusat Agrowisata Terbesar
Pria yang juga alumni Kehutanan UGM ini mengaku tanaman anggur memerlukan investasi lebih. Oleh karena itu, nantinya akan ada green house khusus untuk anggur.
Jelas dia, lahan untuk taman buah tersebut masih harus diolah atau dikembalikan unsur haranya melalui pupuk organi hasil peternakan domba dan sapi. Pasalnya, tanah kas desa yang dipakai merupakan bekas kebun tebu. Tanaman tebu merupakan tanaman yang banyak menyerap unsur hara.
“Taman buah ini sedang kami persiapkan untuk taman buah terbesar di Kulonprogo. Sudah ada maketnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event 21–23 Agustus 2026 di Sleman dan DIY dinilai mendorong hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.
Harga Pertamax Green 95 naik dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter mulai 2 September 2026. Simak daftar harga BBM terbaru.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu 2 September 2026 tersedia sejak pagi hingga sore dengan tarif Rp12.000.
RUU Perampasan Aset ditargetkan disahkan paling lambat Desember 2026. Pengamat Hardjuno Wiwoho meminta pengawasan ketat agar aturan tak disalahgunakan.
Bupati Sidoarjo Subandi memastikan santri yang diduga keracunan MBG telah ditangani. Pemkab akan mengecek SPPG penyedia makanan.
Jadwal KRL Jogja-Solo 2 September 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu keberangkatan di beberapa stasiun.