Penanganan Kasus Daycare Little Aresha Diadukan ke Ombudsman DIY
Korban Daycare Little Aresha mengadukan penanganan kasus ke Ombudsman DIY, menyoroti VeR, penyidikan, dan penelusuran aset yayasan.
Pencanangan Padat Karya Infrastruktur tahun 2023 di Dusun Krajan, Poncosari, Kapanewon Srandakan beberapa waktu lalu./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul mencatat selama 2023 ada 481 paket padat karya yang dikerjakan. Program tersebut disiapkan untuk mengurangi pengangguran di Bantul.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja dan Transmigrasi, Disnakertrans Bantul, Rumiyati menyampaikan Program Padat Karya 2023 ditargetkan dapat menyerap 16.134 tenaga kerja.
Serapan tenaga kerja tersebut dilakukan untuk mengurangi jumlah pengangguran di Kabupaten Bantul.
Rumiyati pun menyampaikan lantaran program tersebut bersifat temporer, maka program padat karya menyasar pada masyarakat miskin.
Menurut dia, Program Padat Karya diselenggarakan pada kapanewon yang memiliki jumlah penganggur, setengah menganggur dan Kartu Keluarga (KK) miskin yang cukup tinggi. “Itu [kapanewon sasaran padat karya] minimal 30 persen adalah KK miskin. Walaupun nanti pasti di atas itu [persentase KK miskin],” katanya dihubungi melalui telepon, Minggu (22/10/2023).
BACA JUGA: Program Padat Karya DIY Menyerap Tenaga Kerja 34.656 Warga DIY
Menurut dia, setiap kapanewon dapat mengajukan proposal agar mendapat anggaran untuk pendanaan program padat karya tersebut. Namun, untuk kapanewon dengan kondisi miskin ekstrem, maka akan diprioritaskan dalam program tersebut.
“[Kapanewon] Miskin ekstrem ada di Dlingo, Imogiri, Pandak. Tergantung proposalnya, tetapi kebanyakan kalau di tiga daerah itu pasti KK miskin yang mengajukan beberapa persen,” katanya.
Berdasarkan data Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Bantul pada Februari 2023 dari total 130.130 jiwa warga miskin di Kabupaten Bantul, penduduk miskin terbanyak ada di Kapanewon Imogiri yang mencapai 14.529 jiwa.
Kemudian disusul Kapanewon Dlingo 10.531 jiwa, Pajangan 10.207 jiwa, Jetis 9.053, dan Kasihan 9.021 jiwa.
Dia menyampaikan kapanewon yang ingin mengajukan program padat karya dapat satu tahun sebelum program tersebut diselenggarakan.
Dalam pengajuan tersebut, menurut Rumyati, verifikasi terhadap jumlah penganggur, setengah menganggur, dan KK miskin yang ada di kapanewon tersebut menjadi pertimbangan.
Selain itu, pada kapaneown tersebut juga harus ada sarana yang dibutuhkan untuk program padat karya tersebut.
Menurut dia program padat karya tersebut mendapat kucuran dana dari APBD Kabupaten Bantul senilai Rp100 juta per lokasi, Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Rp.100 juta per lokasi dan sebagian lainnya Rp.200 juta per lokasi. Kemudian ada pula anggaran Dana Keistimewaan (Danais) senilai Rp.55 juta per lokasi.
Kegiatan padat karya yang dilakukan dengan anggaran tersebut berupa pembangunan sarana fisik sederhana berupa cor blok, talud, drainase, jembatan dan irigasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Korban Daycare Little Aresha mengadukan penanganan kasus ke Ombudsman DIY, menyoroti VeR, penyidikan, dan penelusuran aset yayasan.
Polresta Magelang menggagalkan dugaan tawuran pelajar di Ngluwar. Sebanyak 12 orang diamankan dan tiga celurit disita sebagai barang bukti.
Kemenkeu memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dipisahkan dari anggaran pendidikan mulai APBN 2028 sesuai putusan MK.
APPBI menegaskan pemasangan pagar di sejumlah mal dilakukan demi ketertiban, bukan karena adanya kekhawatiran terhadap isu keamanan.
PHRI DIY menargetkan okupansi hotel 70% pada Agustus 2026 dengan menggenjot promosi wisata religi dan pasar korporasi di Jogja.
Kereta Petani dan Pedagang KAI telah melayani 35.843 pelanggan hingga Juli 2026, mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.